Selasa, 20 Oktober 2020

Nama : Sulistiani

NPM : 0118157

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Semester : V

Kelas : Reguler Sore

Mata Kuliah : Metode Penelitian Komunikasi Kuantitatif

Dosen Pengampu : Dr. H. Syaparman, M.Si

Tugas : 

Membuat Judul Penelitian beserta Permasalahan nya.

1. JUDUL :

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA STISIPOL CANDRADIMUKA

LATAR BELAKANG MASALAH :

Internet merupakan produk teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai produk teknologi, maka internet dapat memunculkan jenis interaksi sosial baru yang berbeda dengan interaksi sosial sebelumnya. Jika pada masa lalu masyarakat berinteraksi secara face to face communication, maka dewasa ini masyarakat berinteraksi di dunia maya atau melalui interaksi sosial online. Teman-teman di jejaring sosial pun nampak lebih dekat dan nyata dibanding keberadaan tetangga kita sendiri. Orang-orang kemudian menjadi begitu terobsesi dengan dunia maya dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Hal inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gangguan kepribadian seperti sikap menyendiri, anti-sosial cenderung tidak peka dengan kebutuhan orang sekitar, individualistis dan lain-lain. Pemanfaatan internet akhir-akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media komunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari dunia bisnis, industri, pendidikan, dan pergaulan sosial. Khususnya pada media sosial yang pertumbuhannya sangat meningkat. Media sosial yang marak belakangan ini seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok dan Whatsapp adalah produk teknologi media baru yang kini sedang digemari banyak kalangan. 

Penggunaan media sosial saat ini lebih banyak digunakan untuk menunjukkan eksistensi diri yang berlebihan hingga terkadang tidak ada batas antara kehidupan nyata dan kehidupan di dunia maya. Media sosial kini bisa dimanfaatkan lebih jauh. Tidak hanya untuk memberi kabar tentang keberadaan saja, lebih dari itu media sosial kini sudah bisa digunakan sebagai sarana pengganti kehidupan kita di dunia maya. Seperti mengirim pesan, berkomentar terhadap pesan orang lain, menjalin pertemanan lebih banyak, mencari pasangan, berkirim foto, ruang untuk saling tukar pendapat dan lain sebagainya. Akses terhadap media telah menjadi salah satu kebutuhan primer dari setiap orang, dikarenakan adanya kebutuhan akan informasi, hiburan, pendidikan, dan akses pengetahuan dari belahan bumi yang berbeda. Kemajuan teknologi dan informasi serta semakin cangggihnya perangkat-perangkat yang diproduksi oleh industri seperti menghadirkan dunia dalam genggaman. Majunya teknologi dan arus informasi membuat masyarakat Indonesia lebih terbuka pada pengetahuan global. Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan media ikut juga berperan aktif dalam perubahan gaya hidup seseorang baik media elektronik, cetak maupun online. Dilihat dari era modern sekarang ini media sosial bukan hanya sekedar media komunikasi namun sudah menjadi bagian dari gaya hidup manusia khususnya golongan muda atau pelajar dan mahasiswa. 

Dalam setiap kehidupan kita sudah mengenal apa yang namanya gaya hidup, gaya hidup adalah sesuatu yang selalu ada dan dipraktekan oleh manusia disekelilingnya. Gaya hidup juga sudah menjadi panutan bagi orang-orang yang mengenalnya, karena dengan seperti itu akan nampak cara hidup yang mereka inginkan, sesuai kebutuhan mereka tanpa harus memikirkan orang lain, asiknya gaya hidup juga bisa dirasakan oleh beberapa mahasiswa yang masih melihat trend-trend gaya hidup sekarang ataupun masa depan, yang lebih dikenal dengan gaya hidup modern. Gaya hidup juga sangat berkaitan erat dengan perkembangan zaman dan teknologi.

Gambaran gaya hidup mahasiwa yang diharapkan yakni mahasiswa merupakan sekelompok pemuda yang mengisi waktunya dengan belajar untuk menambah pengetahuan, ketrampilan, keahlian, serta mengisi kegiatan mereka dengan berbagai macam kegiatan yang positif sehingga akan memiliki orientasi ke masa depan sebagai manusia yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa. Dengan mengikuti berbagai aktivitas kampus, aktif di kelas, maupun dalam hal organisasi, dan lain sebagainya. Berpikir secara rasional dengan perkembangan media sosial yang ada, tidak memilih serta merta akan kepuasan tapi kebutuhan. Tidak tergoda akan pengaruh yang berkembang diluar sana karena tetap fokus pada masa perkuliahannya. Maksuknya perilaku konsumtif tersebut membawa perubahan pada gaya hidup mahasiswa. Perilaku konsumtif mahasiswa yang mulai terbiasa lama kelamaan mulai menjadi kebiasaan yang menjadikan sebuah gaya hidup.

Hal ini membawa mahasiswa ke dalam tindakan yang mementingkan penampilan luar mereka, harga diri mereka, serta bagaimana mengikuti perkembangan dilingkungan sekitar supaya setara, kebiasaan ini menjadikan mereka sulit untuk bersikap rasional yang pada mulanya mahasiswa diharapkan mampu bertindak rasional dalam menyikapi perkembangna yang ada. Menjadikan mahasiswa tidak lagi berorientasi pada masa depan, justru berorientasi pada gaya hidup yang mereka jalani pada masa sekarang. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, yang seharusnya kampus merupakan tempat mahasiswa memperoleh ilmu pengetahuan, bertukar pikiran, bersosialisasi sesama mahasiswa, dan lain sebagainya. Namun yang terlihat kampus dijadikan ajang pamer penampilan dan gaya hidup mereka. Sehingga ketika banyak mahasiswa menerapkan gaya hidup konsumtif, kehidupan kampus semakin tidak jelas. Mahasiswa yang memiliki kemampuan dalam hal finansial menjadi mudah terpengaruh untuk memenuhi gaya hidup yang konsumtif tersebut. Mahasiswa akan dianggap mengikuti perkembangan zaman apabila telah membeli dan memakai barang-barang dengan merek terkenal, bukan lagi melalui prestasi. Sebagian mahasiswa lain yang berada dalam tingkat ekonomi menengah juga mengikuti gaya hidup konsumtif akibat tuntutan pergaulan. Sehingga sebagian mahasiswa kini hanya mementingkan penampilan, gengsi, dan mengikuti lingkungan sekitar.

Uang saku mahasiswa lebih dipentingkan untuk membeli sesuatu yang menjadi keinginan mereka dibanding dengan membeli perlengkapan kampus yang lebih penting sebagai pendukung kuliah. Terkait dengan gaya hidup mahasiswa sebagai pelaku ekonomi hal yang tepat adalah mengutamakan kebutuhan yang prioritas bukan pada eksistensi di lingkungan perkuliahan.

2. JUDUL :

EKSPLORASI PENGETAHUAN REMAJA TERHADAP MEDIA SOSIAL

LATAR BELAKANG MASALAH :

Perkembangan media massa saat ini erat kaitannya dengan komunikasi. Disadari atau tidak, manusia selalu melakukan interaksi sosialnya melalui komunikasi, baik lisan maupun tulisan dalam menyampaikan informasi secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini memicu media massa sebagai teknologi informasi dan komunikasi terus berkembang. Tidak hanya dari segi kuantitasnya, media massa juga berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Everett M. Rogers seperti dikutip Onong Uchjana menyatakan bahwa media massa terbagi menjadi dua jenis yakni, media massa modern dan media massa tradisional. Adapun media massa modern, seperti: surat kabar, radio, televisi, dan bioskop, sedangkan media massa tradisional terdiri dari teater, film, dan sebagainya.

Sebagai wadah yang bergerak dibidang pencarian, pengolahan, dan penyebarluasan informasi, media massa berperan penting bagi masyarakat yang semakin komsumtif akan informasi. McLuhan mengatakan bahwa media massa merupakan perpanjangan dari alat indera. Radio merupakan perpanjangan dari telinga, surat kabar perpanjangan dari mata, dan televisi perpanjangan dari keduanya. 

Dengan radio seseorang dapat mendengar sesuatu yang berasal dari jarak jauh, dengan surat kabar seseorang dapat melihat sesuatu yang berasal dari jarak jauh pula. Sebab itulah media massa memiliki beragam fungsi, diantaranya sebagai pemberi informasi, pendidik, pemberi hiburan, dan mempengaruhi. Informasi dibutuhkan oleh siapa saja, baik sekadar menyimak peristiwa, menyimak gagasan, ataupun menyimak pendapat orang lain. Fungsi tersebut menjadikan masyarakat semakin bergantung pada media massa. 

Hal ini menimbulkan beragam kemajuan teknologi dibidang komunikasi massa, seperti kemampuan percetakan yang menghasilkan ribuan ekslamper surat kabar dalam waktu yang relatif cepat, kemajuan teknologi dibidang radio yang mampu menjangkau jarak lebih jauh dengan kualitas suara yang jernih, kemajuan teknologi dibidang televisi yang dengan kemampuan satelitnya mampu menjangkau masyarakat hampir diseluruh dunia dengan audio visualnya, serta kemajuan teknologi terbaru yakni new media yang erat kaitannya dengan internet, hampir mencakupi segala aspek kehidupan manusia dibidang informasi dan komunikasi.

Di era globalisasi seperti ini, media terpenting dan memiliki jaringan paling luas adalah internet. LaQuey menyatakan bahwa internet merupakan jaringan dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang diseluruh dunia. Misi awalnya adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah sumber daya perangkat keras. Namun seiring perkembangannya, internet kini menjadi sarana informasi dan komunikasi yang sangat cepat dan efektif. Hampir semua media dan kebutuhan masyarakat dikoneksikan melalui internet. Artinya, internet dapat dikatakan sebagai media komunikasi massa, merujuk pada pendapat para ahli yang mengatakan bahwa yang dimaksud komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa, yang jelasnya merupakan singkatan dari komunikasi media massa. Belum ada, untuk tidak mengatakan tidak ada, bentuk media dari definisi komunikasi massa yang memasukkan internet dalam media massa. Padahal jika ditinjau dari ciri, fungsi dan elemennya, internet jelas masuk dalam bentuk komunikasi massa. Dengan demikian, bentuk media komunikasi massa bisa ditambah dengan internet.

Data terbaru We Are Sosial menyatakan, pengguna internet aktif di seluruh dunia kini mencapai angka 3,17 miliar. Dari tahun ketahun, jumlah pengguna internet bertambah hingga 7,6 persen. Pertumbuhan pengguna internet ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan media sosial dan mobile. Dari laporan yang sama, pengguna media sosial aktif kini mencapai 2,2 miliar, sedangkan pengguna mobile mencapai 3,7 miliar.

Di Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan, penggunaan internet hingga saat ini mencapai 82 juta orang. Jumlah pengguna internet tersebut, 80 persen diantaranya adalah remaja.6 Terkhusus di Provinsi Sulawesi Selatan, pengguna internet sudah mencapai sekitar 15,3%, dari skala pembanding kabupaten ataupun kota yang berada di Sulawesi selatan, pengguna internet terbanyak berada di kota Makassar yang mencapai 37,8%. Jumlah tersebut diprediksikan akan terus bertambah dikarenakan tersedianya fasilitas yang memadai untuk terhubung dengan internet.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangatlah pesat, tak terkecuali perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menghasilkan beragam produk guna memenuhi kebutuhan manusia dalam aspek komunikasi dan informasi. Produk teknologi informasi dan komunikasi ini pun memicu terciptanya jenis-jenis media baru (new media). Salah satu jenis media baru yang kehadirannya begitu banyak menyita perhatiaan masyarakat terkhusus pada remaja di Indonesia adalah media sosial. 

Media sosial merupakan medium internet yang memungkinkan pengguna merepresentasikan diri dengan cara berinterkasi, bekerjasama, berbagi, berkomunikasi dengan pengguna lain, dan membentuk ikatan sosial secara virtual. Selain itu, dalam media sosial penyebaran informasi tidak lagi satu arah seperti media konvensional pada umumnya, pengguna juga dapat berbagi ataupun bertukar konten, file, foto, ataupun video dalam laman pribadi, serta sebagai sarana promosi sebuah brand, barang, onlineshop, dan sebagainya. Bill Gates seperti yang dikutip oleh lestari mengatakan bahwa “kita sedang melintasi suatu batas teknologi yang senantiasa merubah cara kita berfikir, belajar, bekerja, bergaul, dan berbelanja”. Hal ini terbukti berdasarkan fitur-fitur dari media sosial yang memungkinkan penggunanya untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya sulit dilakukan seperti, berinteraksi, berekspresi tanpa mengenal batas jarak, tempat, dan waktu. Apa yang diramalkan oleh McLuhan ditahun 1950-an perihal perkembangan teknologi yang menjadikan kita bertumpuh pada sebuah domain (media sosial) yang memungkinkan pengguna mampu berinteraksi dan bertukar konten dalam sebuah wadah tersendiri nampaknya menjadi kenyataan. Selain membawa dampak positif terhadap kemudahan akses informasi dan komunikasi, media sosial juga membawa begitu banyak dampak buruk bagi masyarakat. Dalam kurung waktu 3-4 tahun terakhir ini, banyak pemberitaan buruk di media cetak, media elektronik, maupun media online perihal penyalahgunaan situs jejaring sosial, terkhusus pada kasus-kasus yang menimpa remaja di Indonesia. Mulai dari kasus penculikan, penipuan, pemerkosaan, pencemaran nama baik, prostitusi online bahkan yang lebih parahnya yakni kasus pembunuhan. Tidak seperti orang dewasa yang pada umumnya sudah mampu mem-filter hal-hal baik ataupun buruk dari penggunaan media sosial. Sebaliknya, remaja belum mampu memilah aktivitas media sosial yang bermanfaat bagi mereka. Remaja cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan efek positif ataupun negatif yang akan diterima saat melakukan aktivitas pada media sosial tertentu.

Pentingnya pengetahuan terhadap media sosial kiranya mampu mengurangi jumlah penyalahgunaan situs jejaring sosial oleh remaja di Indonesia. Pengetahuan sebagai salah satu faktor berkembangannya domain kognitif terkhusus pada remaja, sangat membantu remaja untuk memilah aktivitas penggunaan media sosial yang positif bagi mereka. Natoadmodjo mengatakan bahwa pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam terbentuknya perilaku ataupun tindakan seseorang. Perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih lama bertahan dibanding perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Hadirnya media sosial sebagai salah satu aplikasi berbasis internet serta maraknya penggunaan smartphone, komputer dan laptop sebagai sarana penunjang dalam mengakses media sosial merupakan hal yang lumrah dikalangan remaja, khususnya remaja yang berstatus pelajar atau siswa. Panji menyatakan terdapat tiga motivasi remaja menggunakan media sosial : (1) Sebagai sarana untuk mencari informasi, (2) Sebagai sarana untuk terhubung dengan teman lama dan baru, (3) Sebagai sarana hiburan. Sarana informasi didorong oleh tugas-tugas sekolah, sarana untuk terhubung dengan teman dan hiburan di dorong oleh kebutuhan pribadi.



Sabtu, 02 Mei 2020



ANALISIS UNSUR SINEMATIK UNTUK MEMAKNAI REPRESENTASI TERSEMBUNYI PADA FILM TEMAN TAPI MENIKAH 2

Cover film nya

Disusun oleh :


Nama : Sulistiani
NPM : 01-18-157
Kelas : Reguler Sore
Semester : IV (empat)
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Mata Kuliah : Sinematografi
Dosen Pengampu : Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A.



STISIPOL CANDRADIMUKA PALEMBANG TAHUN AJARAN
2019/2020




PENDAHULUAN
(Latar Belakang Mahasiswa Memilih Film yang akan Dikaji Berdasarkan Faktor Keunikan atau Keistimewaan Film)


Teman Tapi Menikah 2 mulai ditayangkan di bioskop pada Kamis, 27 Februari 2020. Film ini diadaptasi dari novel karya Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion. Di sekuelnya kali ini, karakter Ditto kembali diperankan Adipati Dolken. Sementara Mawar De Jongh menggantikan posisi Vanessa Prescilla memerankan karakter Ayudia.

Film Teman Tapi Menikah 2 menceritakan kelanjutan dari kisah asmara Ayudia dan Ditto yang memutuskan menikah setelah belasan tahun berteman. Tak lama menikah, kedua pasangan suami-istri ini menerima kenyataan yang tak diduga-duga. Mereka akan segera mempunyai anak. Bukannya bahagia, kabar kehamilan Ayu rupanya membuat pasangan baru tersebut sedikit was-was. Mereka merasa tak siap menerima kenyataan karena minim pengalaman dan pengetahuan.

Apalagi di masa-masa kehamilan kepribadian Ayu berubah drastis karena perubahan hormon. Kehamilan Ayu membuatnya menjadi lebih emosional dan kurang bersemangat menemani sang suami beraktivitas hingga menyokongnya menabuh perkusi. Perubahan sikap Ayu mulanya bisa ditangani dengan kesabaran yang dilakukan Ditto. Namun lambat-laun dia tak bisa tolelir. Ditto merasa Ayu sengaja menjadikan perubahan hormonal sebagai pembenaran dari perubahan sifat ini. Medengar pernyataan suaminya itu membuat Ayu sangat berang. Pertengkaran rumah tangga pun mulai menjadi-jadi hingga Ayu berpikir untuk menggugurkan kandungannya. Ini dikarenakan hubungannya dengan sang suami mulai tidak tentram semenjak dirinya berbadan dua.

Film Teman Tapi Menikah 2 menghadirkan kisah percintaan yang jauh lebih dewasa ketimbang film pertamanya. Dari film ini pula penonton diberikan edukasi tersirat bahwa menikah bukan hanya menyatukan dua hati, namun ada konsekuensi besar yang harus dihadapi bersama-sama. Kehadiran Mawar De Jongh menggantikan posisi Vanessa Prescilla boleh dikata tak bikin penonton kecewa. Aktingnya terlihat sangat natural mewakili perasaan sebagian ibu-ibu yang sensitif ketika mengandung bayi selama lebih kurang sembilan bulan lamanya. Yang menarik, aktris berusia 18 tahun ini belum pernah merasakan hamil sebelumnya di kehidupan nyata. Hal ini menambah nilai plus ketika menyaksikan akting Mawar di layar lebar. Dia juga sukses memerankan fase perubahan sifat Ayudia dari lajang hingga masa kehamilannya datang.

Film ini juga menghadirkan sinematografi yang lebih baik ketimbang film sebelumnya. Pengaturan cahaya di film ini juga terlihat lebih konsisten dan menarik ketika dipadukan dengan latar kota Jakarta dan juga Pulau Dewata. Hanya saja terdapat vokal yang tidak terdengar jelas di beberapa adegan film khususnya saat Adipati tengah berbincang dengan kawan-kawannya sesama musisi. Automated Dialogue Replacement di adegan tersebut juga tak halus.

Selain itu, akting yang ditawarkan dalam hubungan pertemanan mereka juga terlihat kaku. Padahal relasi pertemanan yang ditawarkan menghadirkan adegan-adegan humor yang bisa mengocok perut. Teman Tapi Menikah 2 dapat menjadi film rekomendasi jelang akhir pekan sebelum Februari berakhir. Film ini tak sekadar menghadirkan romansa, tetapi juga cerita yang mengedukasi, khususnya buat pasangan yang ingin melanjutkan hubungannya ke jenjang pernikahan.



PEMBAHASAN
(Analisis Film Terhadap Unsur Sinematik untuk Memaknai Representasi Tersembunyi Pada Film)

1. Mise-En-Scene

Mise en scene dapat diartikan sebagai tindakan menempatkan beberapa hal kedalam kerangka film, seperti mengatur objek yang akan difilmkan atau mengatur posisi kamera. Mengerjakan berbagai aspek visual secara matang dalam film dapat berfungsi untuk membantu mengekspresikan visi film. Mampu menghasilkan rasa ruang dan waktu, pengaturan susana hati, dan menggambarkan karakter film tersebut. Mise en scene bersama teknik sinematografi dan editing akan sangat berpengaruh terhadap efek dramatisasi film pada penonton. Mise en scene juga mempengaruhi penonton untuk tetap duduk mengetahui perkembangan seluruh adegan, atau justru meninggalkan film saat diputar. Orang yang berperan penting membantu sutradara dalam hal ini adalah desainer produksi. Desainer produksi memiliki tanggungjawab besar terhadap tampilan umum dari film. Oleh karena itu keduanya harus bisa saling bekerjasama menyempurnakan berbagai aspek Mise en scene.

1.1 Setting


Latar (setting) merupakan tempat atau lokasi dimana suatu adegan dimainkan. Kemampuan mengatur setting menjadi satu elemen penting dalam Mise En Scene agar film dapat terlihat nyata. Hal ini barguna untuk memperkuat emosi karakter, mampu menggambarkan makna sosial, psikologis, emosional, ekonomi dan budaya dalam film. Salah satu keputusan terpenting yang dibuat oleh desainer produksi dan sutradara adalah memutuskan apakah untuk mengambil gambar tersebut dilakukan di lokasi nyata (Shot on Location), membuat studio indoor maupun outdoor atau menggunakan teknologi manipulasi digital seperti yang sering digunakan dalam film animasi.

Dalam film Teman Tapi Menikah 2 beberapa latar adegan nya diambil di beberapa tempat yaitu di sekolah, di dalam kelas, di kantin sekolah, di rumah, di halaman rumah, di tempat konser, di pantai, di Bali, di acara pernikahan, di cafe, di kamar, di dapur, di bandara, di sawah, di dalam mobil, di jalan, dan berbagai tempat yang eksotis lainnya di Pulau Dewata Bali.


1.2 Kostum dan Tata Rias Karakter


Kostum merupakan sesuatu yang mengacu pada penggunaan pakaian pada tiap karakter. Sebagai salah satu aspek dalam Mise En Scene, pertimbangan penggunaan warna atau desain tertentu pada kostum akan turut membantu dalam membentuk karakter setiap tokoh yang diperankan. Gaya makeup akan terkait erat dengan kostum, karena mengungkapkan ciri-ciri karakter dan perubahan dalam karakter dapat dibentuk oleh keduanya. Makeup dan Kostum bisa menjadi satu simbol terhadap sebuah zaman, negara, status sosial, ekonomi, budaya, pendidikan maupun ideologi tertentu. Makeup dan Kostum selalu terkait erat dengan setting. Setting membangun latar belakang sesuai cerita sementara makeup & kostum membangun identitas karakter pemain.

Dalam film Teman Tapi Menikah 2 kostum dan tata rias yang dikenakan oleh para pemeran sangat menggambarkan trend anak muda tahun 90'an dimana dengan pakaian sekolah yang rapi tanpa menggunakan make-up yang berlebihan, dan gaya ditto nya yang agak sedikit cupu dengan motor vespa nya. Kemudian beranjak dewasa ayu terlihat agak lebih feminim dengan make-up yang simple dan ditto yang sudah mulai terlihat lebih keren dari sebelumnya, dan sama hal nya dengan pemeran-pemeran yang ada di film Teman Tapi Menikah 2.


1.3 Pencahayaan


Membuat film bisa diibaratkan melukis dengan cahaya, untuk itu pencahayaan menjadi faktor penting dalam Mise En Scene produksi film. Intensitas, arah, dan kualitas pencahayaan dapat menunjukkan waktu, tekstur, bentuk, jarak, dan suasana sehingga mampu mempengaruhi pemahaman audiens terhadap film yang dibuat. Penggunaan cahaya remang misalnya, akan lebih dapat memberi kesan tersembunyi, rasa misteri atau ketakutan, jika dibandingkan penggunaan cahaya terang. Untuk alasan ini, pencahayaan harus benar-benar direncanakan terlebih dahulu untuk memastikan efek yang diinginkan pada penonton.

Dalam film Teman Tapi Menikah 2 pencahayaan yang digunakan ialah Fill light ketika adegan ditto dan ayu sedang berada di sekolah pada siang hari, pencahayaan ini membantu mengurangi bayang yang dihasilkan sehingga gambar nampak lebih natural. Lalu Back light ketika adegan ditto dan ayu berada di pantai sore hari, dimana pencahayaan nya ditempatkan di belakang dan digunakan untuk pencahayaan subjek dari belakang. Dan di adegan adegan lainnya menggunakan pencahayaan key light yaitu diarahkan dari sisi samping di depan objek yang akan diambil.

1.4 Pemain serta Pergerakannya


Pergerakan Pemain atau biasa disebut dengan Akting berasal dari kata to Act (beraksi). Itulah sebabnya sutradara sering memberi aba-aba “ACTION..!” pada saat aktor diminta untuk ber-aksi. Dalam bahasa Indonesia akting diterjemahkan menjadi peran (berperan/ memerankan) atau memeragakan terhadap satu tokoh. Akting dalam media film tentu berbeda dengan akting dalam media panggung. Dengan alat bantu kamera, seorang aktor bisa berperan lebih natural karena tidak membutuhkan gestur yang berlebihan jika dibandingan ketika beraktiing di panggung.

Dalam film Teman Tapi Menikah 2 Ditto dan Ayu beperan sangat natural, keduanya menceritakan bagaimana sebuah hubungan cinta dibangun dari persahabatan selama 13 tahun. Teman Tapi Menikah 2 kembali dibintangi oleh Adipati Dolken yang berperan sebagai Ditto dan Ayu yang diperankan oleh Mawar Eva de Jongh sangat diacungi jempol oleh para penonton. Akting Adipati sangat totalitas terutama pada saat scene di bandara ketika ia terpaksa meninggalkan Ayu di Bali. Mawar sendiri pun menampilkan emosi yang cukup baik, di usia yang masih begitu muda ia mampu memerankan tokoh Ayu yang jauh lebih tua.
Apalagi pada saat scene ketika Ayu akan melahirkan di klinik Bidan Robin. Mawar terlihat sangat menyakinkan menggambarkan seorang ibu yang akan melahirkan. Selain Adipati Dolken dan Mawar Eva De Jongh, aktor dan aktris lain yang bergabung di antaranya Vonny Cornellya, Sari Nila, Ivan Leonardy, Clay Gribble, Sarah Sechan, Jourdy Pranata, Tubagus Ali, Ravil Prasetya, Narga Kautsar, Canti Tachril, Thalia Basir, dan Lili Sp sebagai para pemeran pendukung yang akting nya pun sudah tidak diragukan lagi.

2. Sinematografi

Sinematografi adalah ilmu terapan yang membahas tentang teknik menangkap gambar dan sekaligus menggabung-gabungkan gambar tersebut sehingga menjadi rangkaian gambar yang memililki kemampuan menyampaikan ide dan cerita. Seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab semua aspek Visual dalam pembuatan sebuah film. Mencakup interpretasi visual pada skenario, pemilihan jenis Kamera, jenis bahan baku yang akan dipakai, pemilihan lensa, pemilihan jenis filter yang akan dipakai di depan lensa atau di depan lampu, pemilihan lampu dan jenis lampu yang sesuai dengan konsep sutradara dan cerita dalam skenario. Seorang sinematografer juga memutuskan gerak kamera, membuat konsep visual, membuat floorplan untuk efisiensi pengambilan gambar. Artinya seorang sinematografer adalah orang yang bertanggung jawab baik secara teknis maupun nonteknis di semua aspek visual dalam film.

2.1 Aspek Kamera dan Film


a. Jenis kamera dan film Pada penggunaan kamera dan film akan meliputi jenis kamera dan film. Jenis kamera yang digunakan pada film dikelompokan dua jenis yaitu kamera film dan kamera digital. Kamera film menggunakan format seluloid sementara kamera digital menggunakan format video, Himawan Pratista, 2008.
b. Tonalitas Tonalitas merupakan pengaturan kualiatas dari gambar dan warna, melalui pengaturan kontras, brigthness, color, dan lainnya sehingga gambar bisa diatur lebih gelap atau terang serta warna dapat diatur lebih muda atau tua, Himawan Pratista, 2008.
c. Kecepatan gerak gambar Pada kecepatan gerak gambar akan dikenal dengan istilah slow motion serta fast motion yakni, kecepatan gerak yang lebih cepat serta lebih lambat dari kecepatan gerak normal. Kamera dan proyektor film memiliki kecepatan normal 24 frame per detik fps. Jika hendak merekam sebuah adegan dengan kecepatan cepat berarti harus kurang dari 24fps. Sebaliknya kalau ingin mendapatkan adegan dengan kecepatan lambat maka harus lebih dari 24fps, Himawan Pratista, 2008. Biasanya teknik ini memiliki kegunaan masing-masing sebagai berikut: Slow motion Fungsi dari slow motion ini beragam namun pada umumnya digunakan untuk member efek dramatik pada sebuah momen atau peristiwa, Himawan Pratista, 2008. Fast motion Teknik ini juga memiliki fingsi serta motif yang beragam. Pada umumnya teknik ini digunakan untuk menunjukkan aktifitas rutin pada sebuah ruang publik, seperti suasana jalan raya yang ramai, para pejalan kaki, stasiun, dan sebagainya, Himawan Pratista, 2008. Reverse motion Teknik ini tidak sepopuler teknik slow motion dan fast motion. Teknik ini membalikkan kembali sebuah shot atau berjalan mundur dengan menggunakan kecepatan normal, lebih cepat, atau lebih lambat, Himawan Pratista, 2008.
d. Pengunaan Lensa Perana lensa dalam pengambilan sebuah video juga akan terasa. Lensa bekerja hampir sama seperti mata manusia, lensa juga mampu memberikan efek kedalaman, ukuran, serta dimensi suatu objek atau ruang. Menurut Himawan Pratista 2008 “Setiap lensa akan memberikan efek perspektif yang berbeda karena memiliki focal legth panjang titik api yang berbeda. Secara umum lensa dikelompokkan 27 menjadi tiga jenis berdasarkan titik apinya, yakni short focal legth, normal focal legth, dan long focal legth. Sementara lensa zoom merupakan jenis lensa yang mampu mengubah panjang titik apinya ketika gambar diambil, Himawan Pratista, 2008.

Dalam film Teman Tapi Menikah 2 menampilkan aspek kamera yang sangat bagus, pada saat pengambilan gambar untuk beberapa adegan di Bali, sutradara mengambil latar di pantai, sawah, dan tebing. Pada saat di Bali dengan pemandangan sore hari di pantai, kualitas gambar dan warna yang di shoot oleh kamera sangat indah dan menyejukkan mata. Air laut dan ombak yang bergulung di pinggiran pantai membuat kita yang menonton seakan akan sedang ikut ke dalam suasana tersebut. Begitu pula pada saat adegan di persawahan atau yang biasa disebut Jatiluwih yaitu salah satu tempat destinasi terindah di Bali, gambar yang begitu apik diambil dari atas dan dari kejauhan menggunakan drone sangat membuat kita yang menonton terpesona akan keindahan alam Nusantara.

2.2 Framing


Dalam sebuah film hampir tidak pernah seluruh unsur obyek diperlihatkan pada penontonnya. Sebuah film hampir tidak pernah terus menerus memperlihatkan para karakter lengkap seluruh latarnya dalam jarak yang sama sepanjang filmnya. Pembatasan gambar oleh kamera inilah yang disebut dengan istilah pembingkaian atau framing. Kontrol pembuat film terhadap framing akan sangat menentukan persepsi penonton terhadap sebuah gambar atau shot.
1. Jarak

Jarak yang dimaksud adalah dimensi jarak kamera terhadap obyek dalam frame. Kamera secara fisik tidak perlu berada dalm jarak tertentu karena dapat dimanipulasi menggunakan lensa zoom. Obyek pada umumnya berupa manusia dan diukur dengan proporsi manusia atau obyek dalam sebuah frame.


a. Extreme Long Shot
Extreme long shot merupakan jarak kamera paling jauh dari obyeknya. Wujud fisik manusia nyaris tidak tampak. Teknik ini umumnya untuk menggambarkan sebuah obyek yang sangat jauh atau panorama yang luas.

b. Long Shot
Pada jarak long shot tubuh fisik manusia telah tampak jelas namun latar belakang masih dominan. Long shot sering digunakan untuk establishing shot, yakni shot pembuka sebelum digunakan shot-shot yang berjarak lebih dekat.

c. Medium Long Shot
Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari pinggang ke atas. Tubuh fisik manusia dan lingkungan sekitar relatif seimbang.

d. Medium Shot
Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari pinggang ke atas serta sosok manusia mulai tampak dominan dalam frame.

e. Medium Close-up
Pada jarak ini memperlihatkan tubuh manusia dari dada ke atas. Sosok tubuh manusia mendominasi pada frame.

f. Close-up
Umumnya memperlihatkan wajah, tangan, kaki, atau sebuah obyek kecil lainnya. Teknik ini mampu memperlihatkan ekspresi wajah dengan jelas serta gestur yang mendetail. Close-up biasanya digunakan untuk adegan dialog yang lebih intim.

g. Extreme Close-up
pada jarak terdekat ini mampu memperlihatkan lebih mendetail bagian dari wajah, seperti hidung, telinga, mata, dan lainnya ataau dari sebuah obyek.

2. Sudut
Sudut kamera adalah sudut pandang kmera terhadap obyek yang berada dalam frame. Secara umum ssudut kamera dapat dibagi menjadi tiga, yakni

a. Straight-on angle
kamera melihat obyek dalam frame secara lurus.

b. High-angle

sudut kamera high-angel mampu membuat sebuah obyek seolah tampak lebih kecil, lemah, serta terintimidasi. Pengambilan high-angel kamera melihat obyek dalam frame berada dibawahnya.

c. low-angel
sementara low-angel membuat sebuah obyek tampak lebih besar, dominan, percaya diri, serta kuat. Pengambilan gambar low-angel kamera melihat obyek dalam frame yang berada di atasnya.

3. Kemiringan
Kemiringan kamera adalah kemiringan terhadap garis horizontal obyek dalam sebuah frame

4. Ketinggian
Ketinggian kamera adalah tinggi kamera terhadap obyek dalam frame. Tinggi kamera yan sering digunakan dalam sebuah film adalah sejajar dengan mata manusia.

Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 Framing digunakan pada scene Ditto dan Ayu Pertama kali berkenalan dimana disitu kamera secara jelas mengambil wajah Ayu dan Ditto dengan extreme close-up. Selanjutnya pada scene Ayu yang sedang mengandung, dimana hanya perut nya saja yang diambil oleh kamera dengan jarak medium shot. Lalu selanjutnya lagi pada scene Ayu dan Ditto sedang berjalan di persawahan atau yang dikenal dengan Jatiluwih di kota Bali, disitu Ayu dan Ditto terlihat sangat kecil bahkan hampir tidak kelihatan karena kamera mengambil mereka dari jarak jauh dengan lebih memperlihatkan panorama alam yang indah dari atas menggunakan jarak extreme long shot.


2.3 Durasi Gambar

Dalam istilah perfilman, durasi cerita atau feature length adalah waktu atau durasi film cerita. Menurut peraturan Academy of Motion Picture Arts and Sciences, sebuah film berdurasi cerita harus berlangsung selama lebih dari 40 menit agar layak mendapat Academy Award. Film televisi dan direct-to-video juga biasanya berdurasi cerita. Episode sebuah seri TV yang diperpanjang juga bisa berdurasi cerita. Episode berdurasi cerita biasanya merupakan episode pembuka seri, episode khusus liburan, atau episode penutup musim.

Di film Teman Tapi Menikah 2 durasi berkisar 100 pada keseluruhan film nya dan berkisar 3-15 menit pada setiap peradegan nya / pada tiap scene-scene nya.

3. Editing

Editing adalah proses menggerakan dan menata video shot/hasil rekaman gambar menjadi suatu rekaman gambar yang baru dan enak untuk dilihat. Secara umum pekerjaan editing adalah berkaitan dengan proses pasca produksi, seperti titling, colour correction, sound mixing, dsb.

Istilah editing telah dikenal luas dan banyak orang memberi pemahaman sendiri. namun dalam pelajaran ini kita sepakat editing berkaiatan dengan kerja-kerja dibawah ini:
1. Menata, menambahkan atau memindahkan klip video atau klip audio.
2. Menerapkan colour correction, filter dan peningkatan yang lain.
3. Membuat transisi antara klip.

3.1 Bentuk Editing

Transisi shot dalam film, umumnya dilakukan dalam empat bentuk yakni cut, fade-in/put, dissolve, serta wipe. Bentuk yang paling umum adalah, yakni transisi shot secara langsung. Sementara wipe, dissolve, dan fades merupakan transisi shot secara bertahap. Cut dapat digunakan editing kontinue dan diskontinue. Sementara wipe, dissolve, dan fades umumnya digunakan untuk editing diskontinue. Beberapa variasi bentuk lain juga kadang muncul namun sangat jarang digunakan.

Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 bentuk editing yang paling menonjol pada saat scene Ditto dan Ayu menikah, dimana pada saat scene tersebut transisi cut nya sangat bervariasi.

3.2 Aspek Editing

Teknik editing memungkinkan para sineas untuk memilih dan mengontrol empat wilayah dasar, yakni kontinuitas grafik, aspek ritmik, aspek spasial, dan aspek temporal.

Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 aspek editing yang sangat menonjol pada saat scene Ditto dan Ayu pertama kali berkenalan di dalam kelas, dimana pada saat itu set, warna, tatabcahaya, dan kostum sangat menggambarkan visual dan nuansa jaman dulu.

3.3 Editing Kontinuiti

Editing kontinuiti adalah sebuah sistem penyuntingan gambar untuk memastikan kesinambungan tercapainya suatu rangkaian aksi cerita dalam sebuah adegan. Editing kontinuiti sudah ada sejak awal perkembangan sinema, dimana para sineas secara sadar telah memahami jika mereka harus mengatur shot-shot nya agar mampu menuturkan naratif secara jelas dan koheren sehingga tidak membingungkan penonton nya.

Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 editing kontinuiti digunakan editor pada saat scene Ditto melamar Ayu, dimana pada saat scene itu mereka mengingat masa lalu mereka yang awalnya seorang sahabat dan kemudian sekarang bisa menjadi pasangan suami istri.

3.4 Editing Diskontinuiti

Dalam perkembangan, beberapa sineas mencoba menggunakan bentuk alternatif dari editing kontinuiti atau kita istilahkan diskontinuiti. Mereka secara sadar melanggar aturan 180° secara spasial, temporal, serta grafik dengan sistematik. Editing diskontinuiti digunakan pada ruang berbeda dengan lompatan waktu tertentu, dari detik, menit, jam, hari, tahun, dan seterusnya. Dan teknik kilas-balik/flashback dan kilas-depan/ fastforward merupakan editing diskontinuiti, di samping cut, wipe, fade dan dissolve menjadi alat pokoknya (Himawan Pratista, 2008:131). Penggarapan yang dibuat adalah dengan struktur cerita nonlinear yaitu memanipulasi urutan waktu kejadian dengan mengubah urutan plotnya (Himawan Pratista, 2008:37).

Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 editing diskontinuiti digunakan pada saat scene Ditto yang ingin datang ke acara pertama nya untuk manggung dengan alat musik perkusi nya, dimana pada saat scene tersebut Ditto kehabisan tiket pesawat dan tiba-tiba ada seseorang yang menjual tiket seharga 16 juta, dengan tanpa berpikir panjang Ditto rela menghabiskan koceknya hanya untuk tiket tersebut padahal belum tentu uang yang didapatkan dari hasil manggung nya sebanyak itu.



4 Suara

Suara dalam film dapat dipahami sebagai seluruh suara yang keluar dari gambar, yakni dialog, musik, dan efek suara. Penggunaan suara (dialog) dalam film belum dimungkinkan sejak teknologi suara ditemukan. Sebelum era film bicara, film sebenarnya tidak sepenuhnya bisu, namun seringkali telah diiringi suara organ, piano, gramaphone, efek suara, narator, hingga bahkan musik 1 orkestra penuh. Setelah era film bicara, teknologi dan teknik suara berkembang sangat pesat. Telinga penonton semakin dimanjakan sejak munculnya sistem suara stereo hingga multi kanal dengan teknologi audio yang semakin modern. Dengan pencapaian teknologi digital sound system yang canggih kini, seperti Dolby Surround 7.1 serta Dolby Atmos, penonton bisa dibawa masuk semakin jauh ke dalam dunia cerita film. Jika menonton film perang, kita dapat merasakan suasana seolah berada di medan pertempuran yang sesungguhnya.

4.1 Jenis Suara

Suara dalam film secara umum dapat dikelompokan menjadi tiga jenis yakni dialog, musik dan efek suara. Dialog adalah bahasa komunikasi verbal yang digunakan semua karakter di dalam maupun di luar cerita film (narasi). Sementara musik adalah seluruh iringan musik serta lagu, baik yang ada di dalam, maupun di luar cerita film (musik latar). Sementara efek suara adalah semua suara yang dihasilkan oleh semua  yang ada di dalam maupun di luar cerita film.

Di dalam film Teman Tapi menikah 2 Jenis suara yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari soundtrack nya yang berjudul Teman Sampai Surga sangat mendukung sekali dengan tema dan alur cerita nya, kemudian dialog para pemain juga sangat luwes sehingga kita yang menonton tidak kesulitan untuk menangkap pembicaraan antara pemain dengan narasi ceritanya.


4.2 Elemen Pokok Suara

Tata suara dalam sebuah film terdiri dari tiga elemen, yaitu suara manusia, efek suara atau biasa disebut music score dan music background atau lagu pendukung. Ketiga elemen tersebut sama pentingnya dalam sebuah film hingga keberadaannya bisa sangat memengaruhi emosi penonton yang menonton film tersebut.

Di dalam film teman tapi menikah 2 Elemen pokok suara yang digunakan sangat tepat dengan suasana scene yang terjadi. Misalnya pada saat scene menyedihkan ketika Ayu ditinggal Ditto sendirian yang pada saat itu dia sedang mengandung, iringan latar musik sedih yang ditampilkan sangat mendukung dan membuat kita yang menonton tersentuh seakan ikut merasakan kesedihan yang mereka rasakan.



4.3 Dimensi Suara

Sineas dapat mengontrol kualitas suara yang dikelompokan menjadi beberapa aspek, yakni ritme suara, akurasi suara, diegetic, dan nondiegetic sound, perspektif suara, serta aspek temporal suara.


Di dalam film Teman Tapi Menikah 2 Dimensi Suara yang sangat kental digunakan pada saat konser pertunjukan Ditto di panggung dengan memainkan perkusi dan rekan grup band nya yang memainkan alat musik gitar, keyboard, drum, dan disitu sangat jelas sekali kualitas suara yang sangat kencang membuat suasana menjadi euforia dan ikut histeris melihat aksi panggung yang digelar pada malam itu.





Penutup
(Kesimpulan atas Temuan Representasi yang Tersembunyi pada Film yang Dikaji Berdasarkan Analisis Unsur Sinematiknya)


Kesimpulan yang saya temui dari Representasi yang tersembunyi berdasarkan analisis unsur sinematik pada film Teman Tapi Menikah 2 yaitu bahwa di film ini latar adegan nya diambil di beberapa tempat yaitu di sekolah, di dalam kelas, di kantin sekolah, di rumah, di halaman rumah, di tempat konser, di pantai, di Bali, di acara pernikahan, di cafe, di kamar, di dapur, di bandara, di sawah, di dalam mobil, di jalan, dan berbagai tempat yang eksotis di kota Bali. Kemudian kostum dan tata rias yang dikenakan oleh para pemeran sangat menggambarkan trend anak muda tahun 90'an dimana dengan pakaian sekolah yang rapi tanpa menggunakan make-up yang berlebihan, dan gaya ditto nya yang agak sedikit cupu dengan motor vespa nya. Kemudian beranjak dewasa ayu terlihat agak lebih feminim dengan make-up yang simple dan ditto yang sudah mulai terlihat lebih keren dari sebelumnya, dan sama hal nya dengan pemeran-pemeran yang ada di film Teman Tapi Menikah 2. Selanjutnya, pencahayaan yang digunakan ialah Fill light ketika adegan ditto dan ayu sedang berada di sekolah pada siang hari, pencahayaan ini membantu mengurangi bayang yang dihasilkan sehingga gambar nampak lebih natural. Lalu Back light ketika adegan ditto dan ayu berada di pantai sore hari, dimana pencahayaan nya ditempatkan di belakang dan digunakan untuk pencahayaan subjek dari belakang. Dan di adegan adegan lainnya menggunakan pencahayaan key light yaitu diarahkan dari sisi samping di depan objek yang akan diambil. Kemudian akting yang Adipati Dolken dan Mawar Eva De Jongh yang memerankan Ditto dan Ayu dengan sangat natural, keduanya berakting dengan sangat baik menceritakan bagaimana sebuah hubungan cinta dibangun dari persahabatan selama 13 tahun. Akting Adipati sangat totalitas terutama pada saat scene di bandara ketika ia terpaksa meninggalkan Ayu di Bali. Mawar sendiri pun menampilkan emosi yang cukup baik, di usia yang masih begitu muda ia mampu memerankan tokoh Ayu yang jauh lebih tua.
Apalagi pada saat scene ketika Ayu akan melahirkan di klinik Bidan Robin. Mawar terlihat sangat menyakinkan menggambarkan seorang ibu yang akan melahirkan. Selain Adipati Dolken dan Mawar Eva De Jongh, aktor dan aktris lain yang bergabung di antaranya Vonny Cornellya, Sari Nila, Ivan Leonardy, Clay Gribble, Sarah Sechan, Jourdy Pranata, Tubagus Ali, Ravil Prasetya, Narga Kautsar, Canti Tachril, Thalia Basir, dan Lili Sp sebagai para pemeran pendukung yang akting nya pun sudah tidak diragukan lagi. Film Teman Tapi Menikah 2 menampilkan aspek kamera yang sangat bagus, pada saat pengambilan gambar untuk beberapa adegan di Bali, sutradara mengambil latar di pantai, sawah, dan tebing. Pada saat di Bali dengan pemandangan sore hari di pantai, kualitas gambar dan warna yang di shoot oleh kamera sangat indah dan menyejukkan mata. Air laut dan ombak yang bergulung di pinggiran pantai membuat kita yang menonton seakan akan sedang ikut ke dalam suasana tersebut. Begitu pula pada saat adegan di persawahan atau yang biasa disebut Jatiluwih yaitu salah satu tempat destinasi terindah di Bali, gambar yang begitu apik diambil dari atas dan dari kejauhan menggunakan drone sangat membuat kita yang menonton terpesona akan keindahan alam Nusantara. Dan Framing digunakan pada scene Ditto dan Ayu Pertama kali berkenalan dimana disitu kamera secara jelas mengambil wajah Ayu dan Ditto dengan extreme close-up. Selanjutnya pada scene Ayu yang sedang mengandung, dimana hanya perut nya saja yang diambil oleh kamera dengan jarak medium shot. Lalu selanjutnya lagi pada scene Ayu dan Ditto sedang berjalan di persawahan atau yang dikenal dengan Jatiluwih di kota Bali, disitu Ayu dan Ditto terlihat sangat kecil bahkan hampir tidak kelihatan karena kamera mengambil mereka dari jarak jauh dengan lebih memperlihatkan panorama alam yang indah dari atas menggunakan jarak extreme long shot. Kemudian aspek editing yang sangat menonjol pada saat scene Ditto dan Ayu pertama kali berkenalan di dalam kelas, dimana pada saat itu set, warna, tata cahaya, dan kostum sangat menggambarkan visual dan nuansa jaman dulu. Dan yang terakhir suara yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari soundtrack nya yang berjudul Teman Sampai Surga sangat mendukung sekali dengan tema dan alur cerita nya, kemudian dialog para pemain juga sangat luwes sehingga kita yang menonton tidak kesulitan untuk menangkap pembicaraan antara pemain dengan narasi ceritanya.



Daftar Pustaka


https://entertainment.kompas.com/read/2020/02/24/150357710/profil-ayudia-bing-slamet-pemilik-kisah-cinta-teman-tapi-menikah?page=all#page2

https://www.google.com/amp/s/cultura.id/teman-tapi-menikah-2-review/amp

https://www.google.com/amp/s/m.medcom.id/amp/4bamE9Zb-ulasan-teman-tapi-menikah-2




Profil Singkat Penulis

Profil Ayudia Bing Slamet, Pemilik Kisah Cinta Teman tapi Menikah

Ayudia Chaerani atau yang lebih dikenal dengan nama Ayudia Bing Slamet adalah seorang aktris asal Indonesia. Ia telah terjun ke dunia hiburan sejak 2005 silam. Wanita kelahiran 13 September ini terlahir dari darah seniman, Ayudia merupakan cucu dari pelawak senior Indonesia, Bing Slamet. Serta keponakan dari aktor dan penyanyi senior Indonesia, Adi Bing Slamet, Iyut Bing Slamet, dan Uci Bing Slamet. Ayudia mengawali kariernya lewat film layar lebar berjudul Ketika yang merupakan film garapan aktor dan sutradara terkenal Deddy Mizwar. Sejak saat itu, namanya dikenal publik dan ia mulai dibanjiri tawaran bermain sinetron. Putri pasangan Hilmansyah Bing Slamet dan Susi Seniwati ini pun membintangi berbagai sinetron, di antaranya Hingga Akhir Waktu dan Putri Pete. Tidak hanya itu, ia juga membintangi beberapa FTV di layar kaca salah satunya adalah Cermin Kehidupan: Tafsir Mimpi Menjelang Ajal (2015) sebagai Zahra. Pada 2015, ia resmi dinikahi seorang pria yang bernama Muhamad Pradana Budiarto atau yang lebih dikenal sebagai Ditto Percussion. Dari pernikahannya, Ayudia dikaruniai anak yang diberi nama Dia Sekala Bumi. Sebelum resmi menjadi sepasang suami dan istri, dulunya mereka adalah seorang sahabat. Kisah cinta mereka pun kemudian dituangkan ke dalam sebuah novel yang berjudul Teman Tapi Menikah. Novel ini berhasil terjual lebih dari 25 ribu eksampler. Kisah cinta mereka kemudian diangkat ke layar lebar. Pada 2018, film Teman tapi Menikah dirilis dan dibintangi oleh Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla. Pada (27/2/2020), sekuelnya, film Teman tapi Menikah 2, tayang. Namun, kini diperankan oleh Adipati Dolken dan Mawar Eva De Jongh. Selain di dunia seni peran, Ayudia juga merilis beberapa singel bersama sang suami. Salah satunya adalah yang berjudul "Bersenyawa". Tidak hanya itu, ia juga terjun ke dunia bisnis. Ayu dan Ditto memiliki kafe yang di beri nama Stuja Coffee di kawasan Jakarta Selatan.

Jumat, 24 April 2020

MAKALAH SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA YANG TERJADI SAAT INI AKIBAT DARI EFEK VIRUS COVID-19



DISUSUN OLEH :

Nama : Sulistiani
NPM : 01-18-157
Jurusan : Ilmu Komunikasi
Kelas : Reguler Sore
Semester : IV (empat)
Mata Kuliah : Perencanaan Komunikasi
Dosen Pengampu : Junior Zamrud Pahalmas, M.I.Kom



STISIPOL CANDRADIMUKA TAHUN AJARAN
2019/2020



KATA PENGANTAR


      Puji dan Syukur Saya Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas tentang sistem komunikasi Indonesia yang terjadi saat ini akibat dari efek virus covid-19. 
      Dalam penyusunan makalah ini, saya banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi semua itu bisa teratasi. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.
      Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
      Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.


Penulis





Sulistiani

DAFTAR ISI


Kata Pengantar.....................................................................................................
Daftar Isi................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
           1.1 Latar Belakang......................................................................................
           1.2 Rumusan Masalah................................................................................
           1.3 Tujuan....................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
           2.1 Sistem Komunikasi Indonesia.............................................................
           2.2 Pandemi Virus Covid-19.......................................................................
           2.3 Sistem Komunikasi Indonesia DIsaat Virus Covid-19.........................
BAB III PENUTUP
           3.1 Kesimpulan...........................................................................................
           3.2 Saran.....................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................




BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG

      Komunikasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan manusia baik dalam
lingkup sempit maupun luas seperti dalam sebuah negara. Berbicara komunikasi dalam sebuah lingkup yang luas, menjadikan komunikasi tidak dapat berdiri sendiri dan tak terlepas dari berbagai pengaruh disekelilingnya. Sehingga, terbentuklah sebuah sistem yang disebut sistem komunikasi. Sistem tersebut menjadi bagian penting bagi berjalannya sebuah negara. Bahwa, setiap negara memiliki sistem komunikasi sendiri yang kemudian menjadi ciri khasnya. Sistem komunikasi juga tidak terlepas dari pengaruh politik maupun kondisi sosial dan budaya satu negara.
      Sistem Komunikasi Indonesia adalah bahasan yang kompleks dan melibatkan banyak hal. Oleh karena itu, ia tak bisa dibahas secara sekilas dan dimasukkan dalam bahasan mata kuliah tertentu. Bahkan kajian dalam buku ini diharapkan bisa memberikan pemahaman yang nyata dan lebih dalam tentang SKI, terutama sekali bagi mereka yang berminat pada kajian komunikasi di Indonesia, tidak hanya ilmuwan dalam negeri tetapi juga para Indonesianist (pengamat Indonesia dari luar negeri). Kemajuan teknologi, khususnya dibisang komunikasi terbukti telah banyak membantu manusia bertukar pengalaman, informasi dan pemikiran dalam volume yang relatif besar, tanpa harus bertatap muka dengan menempuh perjalanan panjang (jauh) yang memakan waktu. Harus diakui bahwa kini nyaris tak ada aktivitas manusia termasuk penyebarluasan informasi kesehatan yang tidak ditopang oleh jasa media massa. Perhatikan bagaimana pengusaha obat, makanan dan minuman berlomba-lomba memanfaatkan media massa seperti radio, televisi, surat kabar dan lain-lain, untuk menyebarluaskan informasi tentang kesehatan. Berangkat dari permasalahan tersebut di atas, peneliti memilih masalah kesehatan sebagai materi komunikasi, karena betapa pentingnya kesehatan bagi kehidupan. Oleh karena itu sistem komunikasi Indonesia yang terjadi saat ini akibat dari efek virus covid-19 sangat layak untuk diteliti dan dikaji.

      Makalah ini menjelaskan tentang hal-hal terkait komunikasi penanganan COVID-19 sebagai respon dari berkembangnya COVID-19 yang terindentifikasi pertama kali di Provinsi Wuhan, China. Makalah ini adalah penguraian tentang bagaimana sistem komunikasi Indonesia yang digunakan untuk membantu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam menanggapi dan menyampaikan informasi tentang COVID-19 kepada masyarakat. Makalah ini dibuat sesuai dengan perkembangan informasi tentang COVID-19 di dunia. Dalam penanganan wabah penyakit di dunia, Anthony de Mello pernah mengingatkan bahwa jumlah korban  bisa menjadi lima kali lipat, kalau terjadi ketakutan di saat terjadi wabah penyakit. Seribu orang menjadi korban karena sakit, sedangkan empat ribu orang menjadi korban karena panik.

      Berkaca pada hal tersebut, komunikasi adalah bagian terpenting dalam menghadapi ancaman pandemi. Kepercayaan publik perlu dibangun dan dijaga agar tidak terjadi kepanikan dalam masyarakat dan agar penanganan dapat berjalan lancar. Salah satu instruksi yang diberikan Presiden Joko Widodo adalah Pemerintah harus menunjukan bahwa Pemerintah serius, Pemerintah siap dan Pemerintah mampu untuk menangani outbreak ini. Persepsi tentang kesiapan dan keseriusan Pemerintah perlu disampaikan kepada publik melalui penjelasan yang komprehensif dan berkala, dengan menjelaskan apa yang sudah dan akan dilakukan oleh Pemerintah.
      Untuk mencerdaskan kehidupan dan melindungi segenap bangsa, adalah merupakan kewajiban dari negara kita, seperti yang diamanatkan dalam alinea ke empat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam hal ini mencerdaskan bukan berarti menyangkut soal pendidikan saja, melainkan melindungi masyarakat baik langsung maupun tidak langsung yang berkenaan dengan kesehatan. Kesehatan merupakan salah satu sektor utama yang mempengaruhi tingkat kecerdasan, sekaligus gambaran kualitas kenyamanan masyarakat terhadap serangan penyakit. Peristiwa bertambahnya penderita atau kematian yang disebabkan oleh suatu penyakit menular di suatu wilayah tertentu, kadang-kadang dapat merupakan kejadian yang mengejutkan dan membuat heboh masyarakat di wilayah itu. Secara umum kejadian ini disebut dengan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan dapat menimbulkan suatu wabah yang menyerang masyarakat luas dalam waktu singkat yang diakibatkan oleh penyakit menular.
      Di lain pihak, dampak dari perkembangan ilmu dan teknologi saat ini menimbulkan berbagai penemuan baru dari penyakit-penyakit menular yang semakin bertambah dan sulit diatasi pengobatannya, misalnya HIV￾AIDS, SARS, Flu Burung dan lain-lain. Demikian juga dalam aspek perundang-undangan terjadi perubahan-perubahan seperti undang￾undang otonomi daerah, undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang narkotika dan psikotropika, akan mempengaruhi sistem dan kebijakan pengumpulan, pengolahan, analisis penyajian dan pelaporan kasus-kasus penyakit menular.
      Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan saja menjadikan kehidupan umat manusia semakin mudah, semakin maju, tetapi nampaknya umat manusia juga diharapkan kepada tantangan￾tantangan atau peringatan-peringatan baru di bidang kesehatan, dimana pada kurun waktu tertentu akan ada jenis penyakit baru yang muncul. Dari aspek tinjauan religi mungkin hal itu merupakan peringatan bagi umat manusia bahwa di atas kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang telah dicapai, masih akan ada hal baru yang belum diketahui.
      Mengingat seriusnya dampak yang ditimbulkan dari kejadian luar biasa dan wabah akibat penyakit menular, sehingga perlu diambil langkah-langkah perlindungan bagi masyarakat. Perlindungan dimaksud dapat meliputi perlindungan terhadap masyarakat umum, aparat kesehatan korban dan pelapor. Untuk itu perlu dilihat peraturan perundang-undangan yang komprehensip di bidang penanganan wabah penyakit. Untuk itu perlu dilihat peraturan perundang-undangan yang sudah ada, mencermati kenyataan yang sedang terjadi saat ini dan mengantisipasinya.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang dimaksud dengan sistem komunikasi Indonesia?
2. Apa itu covid-19?
3. Bagaimana sistem komunikasi Indonesia yang terjadi disaat pandemi covid-19?


1.3 TUJUAN

1. Mengetahui apa itu sistem komunikasi Indonesia.
2. Mengetahui wabah virus pandemi Covid-19.
3. Mengetahui sistem komunikasi Indonesia yang terjadi disaat pandemi covid-19.


BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA

Sistem dalam bahasa Yunani, disebut “sistema“, berarti kesatuan susunan. Sehingga, satu sistem dapat dikatakan sebagai susunan atas berbagai bagian-bagian. Lebih, Littlejohn berpendapat bahwa suatu sistem terdiri dari empat hal, yaitu:

1. Objek-objek yaitu berupa bagian-bagian, elemen-elemen, atau variabel-variabel dari sistem. Mereka berbentuk fisik atau abstrak bahkan menjadi keduanya, berdasarkan dari sifat sistem.
2. Atribut, artinya suatu sistem terbentuk dari properti, atribut-atribut, sistem itu dan objek-objeknya.
3. Hubungan internal, yaitu hubungan antara anggota sistem.
4. Lingkungan, artinya bahwa suatu sistem memiliki lingkungan tertentu, dan juga tidak hadir dalam kevakuman, tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.

Sebagaimana pendapat Littlejohn diatas maka dapat diartikan komunikasi sebagai satu sistem terdiri dari empat hal, Yaitu:

1. Objek-objek dari sistem komunikasi, yaitu berupa elemen-elemen komunikasi yakni komunikator dan komunikan, pesan, media, dan timbal baliknya
2. Atribut Sistem komunikasi, yaitu berupa atribut-atribut, properti sistem sistem komunikasi dan objek-objek sistem komunikasi
3. Hubungan internal sistem komunikasi, yakni hubungan antara orang-orang dalam kaitanya sebagai anggota sistem komunikasi, yang dapat dilihat dari interaksi dan pesan-pesan komunikasi diantara mereka.
4. Lingkungan sistem komunikasi, yakni suatu sistem komunikasi mempunyai lingkungan tertentu. Kemudian lingkungan tersebut mencakup lingkungan sosial, politik, maupun budaya. Dan mereka tidak hadir dalam suatu kevakuman, tetapi dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya.

Ilmu Komunikasi adalah bagian dari ilmu sosial. Dengan demukian bisa dikatakan bahwa sistem komunikasi Indonesia menjadi subsistem dari sistem sosial Indonesia. Karena ada yang mengatakan bahwa sistem politik itu bagian atas subsistem dari sistem sosial maka bisa dikatakan seistem komunikasi bagian dari sistem politik, sistem politik bagian dari sistem sosial.

Jika digambarkan dalam sebuah lingkaran hubungan antara sistem komunikasi dengan sistem politik dan sistem sosial adalah sebagai berikut :
· Sistem Sosial (diakhir)
· Sistem Komunikasi (didepan)
· Sistem Politik (ditengah)

Itu artinya corak sistem komunikasi dalam masyarakat Indonesia akan sangat ditentukan oleh corak, bentuk dan keragaman masyarakat Indonesia itu sendiri. Misalnya, jika dalam sistem sosial itu dikenal budaya ewuh pekewuh, sungkan, maka sistem komunikasi juga akan mencerminkan budaya seperti itu. Misalnya, ketika proses komunikasi berlangsung, ada perasaa tidak enak untuk mengkritik atasannya sendiri. Ini artinya, proses komunikasi sangat dipengaruhi oleh lingkup sosial yang mempengaruhi seseorang. Karena sistem komunikasi Indonesia itu cakupannya masih sangat luas kita perlu membaginya kedalam beberapa kelompok besar. Maka, Sistem Komunikasi Indonesia bisa dibagi menjadi beberapa bagian :
1. Jika ditinjau dari segi wilayah geografisnya sistem komunikasi bisa dibagi menjadi dua, yakni sistem komunikasi dipedesaan dan diperkotaan. Komunikasi dipedesaan dan diperkotaan sangan jauh berbeda. Didesa, sitem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan opinion leader (pemimpin opini,pemuka pendapat) sebagai pihak penerjemah pesan dan dipengaruhi oleh seni tradisional dan komunikasi antarpesona.
Bagi masyarakat kota sistem komunikasi sangat dipengaruhi oleh keberadaan media massa mengingat ciri masyarakat kota lebih individual . Ini juga sejalan dengan tingkat perkembangan pendidikan warga kota yang memungkinkan mereka lebih bergantung pada media massa.
2. Jika ditinjau dari media yang digunakan, ada sistem media cetak ( surat kabar, majalah), elektronik ( televisi, radio), media tradisional seperti wayang purwa, ketoprak, dll.
3. Jika ditinjau dari pola komunikasinya ada sistem komunikasi dengan sendiri ( intrapersonal communication system), sistem komunikasi antarpesona ( interpersonal communication system), sistem komunikasi kelompok (small group communication system) dan sistem komunikasi massa ( mass communication system).

Dengan demikian semakin jelas peta SKI sebagai bagian yang sangat penting dalam kajian ilmu komunikasi disamping mata kuliah. Ada alasan mengapa perlu mempelajari SKI? Ini alasan berikut :
1. Perkembangan teknologi komunikasi yang kiat pesat di Indonesia
2. Indonesia adalah negara yang multietnis. Dengan kata lain Indonesia adalah negara yang punya heterogenitas Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).
3. Meskipun perkembangan teknologi komunikasi sudah sedemikian pesat, tetapi mayoritas masyarakat Indonesia masih tinggal dipedesaan. Ini mengakibatkan perkembangan media massa tidak selamanya bisa dimanfaatkan didesa.
4. SKI jelas berbeda dengan sistem komunikasi di negara lain. Perbedaan tersebut juga dilatar belakangi oleh kondisi sistem sosial, politik, budaya yang dikembangkan.

Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa sistem komunikasi adalah satu kesatuan atau susunan kompleks dari sebuah sistem komunikasi yang meliputi berbagai elemen-elemen yang terkait dengannya. Dimana, elemen-elemen tersebut membentuk sebuah kesatuan yang saling mempengaruhi. Sehingga dapat dikatakan sebagai satu sistem yang meliputi objek, atribut, hubungan internal, serta lingkungan dari sistem komunikasi itu sendiri. Sistem komunikasi Indonesia dapat diartikan sebgai satu kesatuan atau susunan kompleks elemen-elemen sistem komunikasi dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Elemen-elemen tersebut tidak dapat terpisahkan dengan berbagai faktor yang mengikatnya yakni kondisi politik, sosial dan budaya Indonesia.


2.2 PANDEMI VIRUS COVID-19
      Penyakit Coronavirus 2019 ( COVID-19 atau Covid-19 ) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernafasan akut yang parah coronavirus 2 (SARS-CoV-2).
Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, ibu kota provinsi Hubei Cina, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi koronavirus 2019-20 yang sedang berlangsung. Kasus pertama yang dikonfirmasi tentang apa yang saat itu merupakan coronavirus yang tidak diketahui dilacak kembali ke November 2019 di Hubei. Gejala umum termasuk demam, batuk, dan sesak napas. Gejala lain mungkin termasuk kelelahan, nyeri otot, diare, sakit tenggorokan, kehilangan bau, dan sakit perut. Waktu dari paparan hingga timbulnya gejala biasanya sekitar lima hari tetapi dapat berkisar dari dua hingga empat belas hari. Sementara sebagian besar kasus menghasilkan gejala ringan, beberapa berkembang menjadi pneumonia virus dan kegagalan multi-organ. Pada 24 April 2020, lebih dari 2,7 juta kasus telah dilaporkan di 185 negara dan wilayah, mengakibatkan lebih dari 190.000 kematian. Lebih dari 738.000 orang telah pulih. Virus ini terutama menyebar di antara orang-orang selama kontak dekat, sering melalui tetesan kecil yang dihasilkan oleh batuk, bersin, atau berbicara. Tetesan biasanya jatuh ke tanah atau ke permukaan daripada tetap berada di udara dalam jarak jauh. Orang juga dapat terinfeksi dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka. Virus ini dapat bertahan di permukaan hingga 72 jam. Penyakit ini paling menular selama tiga hari pertama setelah timbulnya gejala, meskipun penyebaran mungkin terjadi sebelum gejala muncul dan pada tahap selanjutnya penyakit.
      Metode standar diagnosis adalah dengan reaksi rantai transkripsi polimerase balik (rRT-PCR) real-time dari swab nasofaring. Pencitraan CT dada juga dapat membantu untuk diagnosis pada individu di mana ada kecurigaan tinggi infeksi berdasarkan gejala dan faktor risiko; Namun, pedoman tidak merekomendasikan menggunakannya untuk penyaringan rutin. Langkah-langkah yang disarankan untuk mencegah infeksi termasuk sering mencuci tangan, menjaga jarak fisik dari orang lain (terutama dari mereka yang memiliki gejala), menutupi batuk dan bersin dengan tisu atau siku bagian dalam, dan menjaga tangan yang tidak dicuci menjauh dari wajah. Penggunaan masker dianjurkan bagi mereka yang curiga memiliki virus dan pengasuh mereka. Rekomendasi untuk penggunaan masker oleh masyarakat umum berbeda-beda, dengan beberapa pihak berwenang merekomendasikan penggunaannya, beberapa merekomendasikan penggunaannya, dan yang lain membutuhkan penggunaannya. Ini karena masker yang dibeli oleh publik dapat berdampak pada ketersediaan penyedia layanan kesehatan. Saat ini, tidak ada vaksin atau pengobatan antivirus khusus untuk COVID-19. Manajemen melibatkan pengobatan gejala , perawatan suportif, isolasi, dan tindakan eksperimental. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendeklarasikan wabah koronavirus 2019-20 sebagai Kesehatan Masyarakat Darurat Internasional (PHEIC) pada 30 Januari 2020 dan pandemi pada 11 Maret 2020. [10] Penularan lokal penyakit ini telah terjadi di sebagian besar negara di keenam wilayah WHO.


Istilah yang berkaitan dengan Corona Virus Diase (Covid-19) yaitu :

1. ODP (Orang Dalam Pemantauan)
Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan-salah satu RS rujukan kasus virus corona, Rita Rogayah, ODP adalah orang dalam pemantauan, biasanya memiliki gejala ringan seperti batuk, sakit tenggorokan, demam, tetapi tidak ada kontak erat dengan penderita positif. Orang dengan status ODP biasanya tidak perlu rawat inap di rumah sakit tetapi akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah setidaknya selama 14 hari hingga kondisi membaik. Namun jika selama melakukan karantina mandiri kondisi tak kunjung membaik dan justru memburuk maka sebaiknya segera menghubungi rumah sakit terdekat.

2. PDP (Pasien Dalam Pengawasan)
Rita Rogayah juga menjelaskan, berbeda dengan ODP, orang yang dinyatakan PDP akan menjalani proses observasi melalui proses cek laboratorium yang hasilnya akan dilaporkan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kemenkes RI. PDP dikriteriakan sesuai gejalanya, seperti demam, batuk, sesak nafas, sakit tenggorokan. Atau dari hasil observasi ada saluran nafas bawah yang terganggu serta terjadi kontak erat dengan penderita positif atau dari daerah yang terjangkit.

3. Suspect
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menjelaskan "suspect" ialah orang atau pasien dengan pengawasan yang menunjukkan gelaja infeksi Corona, pernah melakukan perjalanan ke daerah yang menjadi lokasi pesebaran Corona, melakukan kontak atau bertemu dengan orang yang positif COVID-19. Secara singkat sebetulnya istilah suspect Corona ini sama pemahamannya dengan pasien dalam pengawasan atau PDP yang diharuskan untuk menjalasi isolasi di rumah sakit dan melakukan pemeriksaaan swab.

4. Positif
Pasien yang dinyatakan positif terinfeksi Corona virus harus menjalani perawatan di rumah sakit atau di lokasi yang ditentukan oleh pemerintah seperti Wisma Atlet hingga dinyatakan pulih dan bebas dari virus tersebut. Pasien akan dinyatakan positif COVID-19 setelah melakukan serangkaian pemeriksaan seperti cek darah, rontgen paru-paru hingga swab.

5. Lockdown
Istilah lockdown akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan setelah beberapa negara seperti Italia melakukan lockdown untuk menghindari semakin menyebarnya virus Corona. Lockdown artinya sebuah negara seperti Italia melakukan pengawasan ketat di semua wilayah negara, mengunci masuk atau keluar dari suatu wilayah/daerah/negara untuk mencegah penularan virus corona COVID-19. Pengawasan ketat ini dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu yang dilakukan Italia ini adalah menutup semua toko kecuali toko makanan dan apotek.

6. Social Distancing
Social distance atau social distancing adalah cara atau imbuan yang dilakukan kepada masyarakat untuk menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang. Jika Anda harus berada di sekitar orang, jaga jarak dengan orang lain sekitar 6 kaki (2 meter). Konsep social distancing saat ini juga telah dilakukan di Bandara Ngurah Rai Bali dengan harapan dapat meminimalisir pesebaran virus Corona.

7. Isolasi
Bagi orang-orang yang dipastikan memiliki COVID-19, isolasi adalah langkah tepat. Isolasi adalah istilah perawatan kesehatan yang berarti menjauhkan orang-orang yang terinfeksi penyakit menular dari mereka yang tidak terinfeksi.

8. Karantina
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), karantina dapat direkomendasikan untuk individu yang diyakini telah terpapar penyakit menular seperti COVID-19, tetapi tidak bergejala. Selain memantau jika gejalanya berkembang, berada di karantina berarti seseorang yang mungkin terpapar tidak akan menularkan penyakit kepada orang lain, karena mereka tinggal di rumah.

9. Work From Home (WFH)
Kebijakan work from home atau bekerja dari rumah dipilih oleh beberapa perusahaan hingga lembaga pemerintahan. Bekerja dari rumah dalam kondisi saat ini diyakini dapat meminimalisir penularan virus Corona.


10. Imported Case
Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), imported case berarti kasus virus corona COVID-19 yang menimpa seseorang yang baru kembali dari luar negeri, tanpa terkait dengan kluster manapun.

11. Local Transmission
Local transmission adalah penularan Corona virus yang terjadi secara lokal atau di lokasi tempat pasein positif COVID-19 berada saat ini. Contohnya adalah seseorang yang terinfeksi atau tertular Corona virus saat ia berada di Indonesia, tetapi ia juga tidak pernah memiliki riwayat perjalanan keluar negeri.

12. Wabah
Wabah adalah peningkatan secara mendadak suatu penyakit di tempat tertentu.

13. Epidemi
Epidemi adalah suatu wabah besar atau peningkatan secara mendadak, cepat dan dalam jumlah yang banyak suatu penyakit tertentu di tempat atau wilayah tertentu.

14. Pandemi
Pandemi berarti epidemi atau penyebaran penyakit tertentu yang tejadi secara global dibanyak negara di dunia. ABC News mewartakan, pandemi tidak ada kaitannya dengan seberapa serius penyakit, tetapi pandemi adalah label bagi penyakit yang telah menyebar luas ke seluruh dunia.

15. Rapid test
Para ilmuwan dari Departemen Ilmu Teknik Universitas Oxford dan Oxford Suzhou Centre for Advanced Research (OSCAR) telah mengembangkan teknologi pengujian cepat (rapid test) untuk virus corona baru SARS-CoV-2 (COVID-19). Tes baru ini jauh lebih cepat dan tidak memerlukan instrumen yang rumit. Tes viral load sebelumnya membutuhkan 1,5 hingga 2 jam untuk memberikan hasil. Tim peneliti telah mengembangkan tes baru, berdasarkan pada teknik yang mampu memberikan hasil hanya dalam setengah jam - tiga kali lebih cepat daripada metode saat ini. "Keindahan tes baru ini terletak pada desain deteksi virus yang secara khusus dapat mengenali fragmen RNA dan RNA SARS-CoV-2 (COVID-19). Tes ini memiliki pemeriksaan bawaan untuk mencegah positif atau negatif palsu dan hasilnya sangat akurat," ujar Prof Wei Huang, seperti dikutip situs web Oxford.

16. Antiseptik
Antiseptik, dilansir dari Healthline, merupakan zat yang dapat menghentikan atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme. Penggunaan antiseptik aman pada jaringan hidup seperti pada permukaan kulit atau membran mukosa. Tidak jarang, antiseptik juga digunakan untuk membunuh mikroorganisme di dalam tubuh.

17. Cairan disinfektan
Dilansir dari Pharma Guideline, cairan disinfektan merupakan zat kimia yang digunakan untuk membersihkan dan membunuh kuman pada benda tak hidup. Pada umumnya, disinfektan digunakan untuk mensterilkan benda-benda dari pertumbuhan kuman dan bakteri.



2.3 SISTEM KOMUNIKASI INDONESIA YANG TERJADI DISAAT VIRUS COVID-19

      Pandemi COVID-19 yang berkelanjutan telah menciptakan kekacauan di seluruh dunia, memberikan tekanan luar biasa, tidak hanya pada sistem kesehatan masyarakat, tetapi juga pada komunikasi krisis (crisis ccommunication). Eksistensi media sosial menjadi media utama untuk konsumsi informasi, komunikasi krisis end-to-end yang jelas dengan berbagai kelompok sasaran menjadi kunci dalam menangani pandemi semacam ini. Tepatnya 14 Aprilt 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan pandemi COVID-19 semakin berbahaya, karena jumlah kasus di seluruh dunia telah meningkat dan hampir mencapai dua juta kasus menjadikan dunia dalam situasi yang disebut "global emergency" dan penilaiannya sebagai situasi yang sangat berisiko (risk assessment "very high"). Data hari ini (14/04/2020) tepatnya pada pukul 07:00 GMT+7 menunjukkan, pada tingkat global, terdapat 213 negara/kawasan terkonfirmasi sebanyak 1,812,734 kasus, dengan tingkat kematian mencapai 113,675 jiwa. Senentara Indonesia (Data Gugus Tugas COVID-19) pukul 16:10 WIB, terkonfirmasi: 4,839 kasus, sembuh 426, dan neninggal dunia sebanyak 459 orang.
Kini, di banyak negara Eropa dan WHO telah memahami betapa beratnya krisis dan kebutuhan untuk memerangi situasi saat ini, sedangkan Indonesia nampak masih berada di balik pagar untuk mencoba bermain secara defensif, menunggu waktu sebelum menghadapi longsoran salju. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah Indonesia dinilai masih terlambat bertindak dan atau kebijakan yang diambil masih belum menjawab tantangan yang ada?

A. Kehadiran Negara 

      Langkah Pemerintah Pusat sebagai representasi kehadiran negara dan sebaran pandemi secara paralel bergerak cepat dan simultan. Entah sebaran wabah COVID-19 yang merangkak naik lebih cepat menulari banyak orang atau sebaliknya negara yang terhitung lebih lambat dan kurang massif dalam melakukan pencegahan. Di semua provinsi (34 provinsi) di Indonesia saat ini mengalami bahaya dan infeksi COVID. Dari 514 kabupaten/kota diperkirakan hampir 50 persen dari wilayah tersebut sudah ikut terjangkit virus mematikan itu. Tantangan yang dihadapi Indonesia kini adalah karakter rakyat yang beragam, masih kurangnya disiplin, tingkat kepatuhan pada aturan dan anjuran pemerintah tergolong masih rendah, serta kondisi ekonomi yang macet dan kondisi sosial masyarakat
yang mayoritas miskin menambah beban dan menduplikasikan kerja pemerintah untuk harus menopang rakyatnya. Kondisi buruk ini pada gilirannya mendorong terciptanya "komunikasi krisis" di Indonesia yang dalam kegiatannya dan tindakannya semakin kompleks. Pemerintah tidak hanya harus menangani sekitar 267,7 juta jiwa tetapi juga harus mengatasi rencana komunikasi krisis yang dibuat khusus untuk setiap daerah dan provinsi serta bagian masyarakat, terutama yang tergolong tidak mampu, miskin dan terpinggirkan.
Pada hari-hari terakhir wabah di Indonesia semakin terasa meninggi, khususnya di Pulau Jawa. Wilayah-wilayah yang terkena dampak, tercatat lima provinsi besar yang termasuk wilayah transmisi lokal penularan virus corona. Transmisi lokal merujuk pada penularan COVID-19 antara orang per orang di suatu wilayah meliputi DKI Jakarta sebagai epicenter (50%); Banten yang mencakup Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang; Jawa Barat yang meliputi Bandung, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dan Karawang; Jawa Tengah yang meliputi Solo, dan Jawa Timur yang meliputi Kabupaten Malang, Magetan dan Surabaya.
      Jakarta diketahui menjadi provinsi paling banyak jumlah pasien yang terpapar di Pulau Jawa, sedangkan di luar Jawa adalah Sulawesi Selatan. Nampak yang terkena dampak sejak awal seperti Jakarta dan beberapa daerah di Jawa telah menyiapkan tanggap darurat khusus dan sempat beberapa waktu memgalami selisih pandangan yang berakibat adanya kesan pemerintah belum satu dalam aksi serta belum mampu meyakinkan pentingnya strategi nasional yang dijalankan pemerintah pusat terhadap publik. Yang jelas, koordinasi antara merintah pusat dan daerah diharapkan bisa berjalan lebih baik. Hingga saat ini, ada beberapa pemerintah daerah mulai memberlakukan pembatasan sosial bersakala besar maupun kecil, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat hari ini (15/10). Namun daerah lain masih menunggu giliran, dan masing-masing membuat aturan pembatasan skala kecil dan memberlakukan jam malam di seluruh negeri. Entah kapan harus menunggu dan menjadi senasib dengan Pulau Jawa, mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat yang belum memperhatikan norma jarak sosial secara baik dan benar.
      Meskipun pemerintah juga mengumumkan darurat bencana nasional, namun tindakan pencegahan masih saling menunggu antara pusat dan daerah. Beberapa pemerintah daerah di luar Jawa telah menyampaikan rencana aksi masing-masing melalui berbagai saluran media. Interaksi-interaksi ini, meskipun berulang-ulang kali, memastikan jangkauan jaminan keamanan dan keselamatan yang maksimum, dan untuk meminimalkan kepanikan yang tidak semestinya terjadi di antara masyarakat, namumn terasa kebijakan yang diambil sifat sektoral dan tidak terintegrasi.


B. Membenahi komunikasi

      Wabah corona ini membawa dampak ikutan. Di bidang ekonomi, muncul ketidakpastian dunia usaha seperti anjloknya saham di berbagai negara, turun drastisnya pendapatan perusahaan, terjun bebasnya kurs mata uang. Banyak negara dibayangi krisis ekonomi. Di bidang sosial, muncul perilaku kolektif seperti histeria massa. Warga panik dan memborong barang-barang di supermarket dan pasar. Kecurigaan satu sama lain meningkat seiring simpang-siurnya informasi wabah corona. Politik pun terpapar wabah corona. Di tingkat elite, terasa sekali munculnya perebutan panggung publisitas yang memanfaatkan kejadian luar biasa atau lazim disebut sebagai tie-in publicity. Terlebih di basis akar rumput, polarisasi hidup kembali.
      Realitas itulah yang mengharuskan kita berbenah dalam menghadapi bencana secara bersama-sama. Salah satu yang mesti dibenahi adalah problem komunikasi. Semua pihak harus memahami, pandemik corona ini sudah ditetapkan sebagai bencana nasional.
UU No 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan, ada tiga jenis bencana, yakni bencana alam, non alam, dan bencana sosial. Bencana non alam itu contohnya wabah/pandemi. Maka, tepat Indonesia menetapkan masa tanggap darurat bencana non alam pandemi covid-19. Merujuk WHO, pandemi merupakan penyakit yang menyebar ke banyak orang di beberapa negara dalam waktu bersamaan.
Ada tiga ciri umum pandemi versi WHO, yakni jenis virusnya baru, dapat menginfeksi banyak orang dengan mudah, serta bisa menyebar antar manusia secara efisien. Virus corona memiliki ketiga karakteristik itu.
      Pembenahan komunikasi bencana pendemik harus komprehensif. Tiga faktor utama yang harus dibenahi yakni komunikasi kebijakan, kelembagaan komunikasi dan jaringan komunikasi bencana, strategi diseminasi dan respons dinamika isu yang berkembang.
Perspektif komunikasi dalam penanganan pandemik korona harus diletakkan dalam bingkai komunikasi bencana. Bukunya Damon Coppola dan Erin K Maloney, Emergency Preparedness Strategies for Creating a Disaster Resilient Public (2009) mengatakan, manajemen bencana modern secara komprehensif mencakup empat komponen fungsional.


1. Mitigation yang mencakup reduksi atau mengeliminasi komponen risiko bahaya. 
2. Preparedness, yakni melengkapi masyarakat berisiko terkena bencana atau menyiapkan agar mampu membantu orang pada peristiwa bencana dengan berbagai alat/ perlengkapan untuk meningkatkan kemampuan bertahan dan meminimalisi risiko.
3. Response, mencakup tindakan mengurangi atau mengeliminasi dampak bencana.
4. Recovery, mencakup perbaikan, rekonstruksi.

Dalam konteks inilah, wabah korona harus ditangani dengan manajemen bencana secara modern tadi. Di saat suasana penuh ketidaknyamanan dan ketidakpastian saat bencana menerpa, komunikasi menjadi kunci sekaligus bagian dari solusi.

1. Memperbaiki komunikasi kebijakan. Ini merupakan payung hukum berupa kebijakan publik yang menjadi kewenangan pemerintah baik pusat maupun daerah. Misalnya kita sudah memiliki UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana. Pemerintah juga memiliki PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Di sektor komunikasi, pemerintah memiliki Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Komunikasi Publik. Problemnya, pemahaman bersama saat bencana tiba! Realitasnya penanganan komunikasi kebijakan masih buruk. Misalnya saat korona jadi momok dunia sejak Desember 2019, Indonesia terkesan kurang cepat merespons dan tak optimal berkomunikasi dengan rakyat. Para pelaku komunikasi di garis depan seperti presiden, menteri kesehatan, kepala daerah gagap menanggapi isu terutama terkait kebijakan pemerintah yang sudah dan akan diambil dalam menangani pandemik korona.
Dalam mengomunikasikan kebijakan yang diambil saat ini dan ke depan, pemerintah harus lebih jelas, lebih logis dan lebih bisa dipahami masyarakat. Jangan menggunakan strategi komunikasi equivocal. Janet Beavin Bavelas dalam bukunya Equivocal Communication (1990), istilah ini memiliki makna pengemasan pesan yang sengaja dibuat tidak jelas, tidak langsung dan tidak lugas. Mengomunikasikan kebijakan jangan membingungkan!

2. Kelembagaan komunikasi juga wajib dibenahi. Presiden Joko Widodo sudah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia. Gugus tugas ini diketuai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo. Pembentukan gugus tugas tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 yang ditandatangani 13 Maret 2020. Gugus tugas berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden.
Untuk mengefektifkan komunikasi dengan publik, terutama media massa, pemerintah sudah membentuk Media Center Covid-19. Pemerintah wajib mensinkronkan informasi antara pemerintah pusat dan daerah termasuk dalam menjelaskan kebijakan yang diambil maupun tidak diambil pemerintah. Jangan terkesan berebut panggung dan berujung saling menyalahkan.

3. Memperbaiki diseminasi informasi dalam merespons dinamika isu yang berkembang. Yang harus dioptimalkan dalam diseminasi bukan semata soal angka orang yang terpapar positif corona, yang meninggal atau sembuh. Tetapi juga harus mengurai langkah-langkah berbasis kebijakan pemerintah untuk membatasi dan menghilangkan laju pandemik corona. Sekaligus mendiseminasikan solusi kongkret pemerintah dalam merespons ragam persoalan ikutan dari pandemi ini. Merespons dinamika isu pandemik corona ini harus dengan data akurat, estimasi yang tepat serta berorientasi pada tumbuhnya kepercayaan publik. Ingat, yang paling utama di saat bencana adalah modal sosial bernama kepercayaan


C. Pentingnya Komunikasi Inklusif

      Efektivitas strategi komunikasi krisis apa pun, terutama selama bencana kesehatan masyarakat, sama-sama bergantung pada keakuratan informasi yang disebarluaskan dan juga inklusivitasnya. Karena istilah 'komunikasi' itu sendiri ekspresif, interpretasi dan penerimaan terhadap pesan beragam untuk berbagai kelompok. Sementara pihak Gusus Tugas COVID-19 masih belum memastikan apakah sebaran virus ini telah memasuki tahap yang dinilai eskalitif skala tinggi atau sedang di Indonesia. Hal ini penting agar lembaga atau agensi yang terlibat dalam berkomunikasi dengan pemangku kepentingan yang berbeda harus menggunakan strategi komunikasi inklusif untuk mengatasi spektrum ancaman dan masalah orang-orang yang termasuk dalam kelompok sosial dan ekonomi yang beragam. Karena komunikasi publik mengayuh melalui media yang berbeda, maka ia harus memastikan bahwa komunikasi itu tidak membeda-bedakan atau menstigmatisasi konsumen konten.
      Selain itu, komunikasi seperti pengumuman dari pemerintah atau perwakilannya tidak boleh mempengaruhi perilaku warga. Sebagai contoh, ketidakmampuan pemerintah daerah untuk menghentikan "arus mudik" yang memperlihatkan kegagalan strategi komunikasi yang mencolok. Di sisi lain, komunikasi pribadi yang inklusif dan tepat waktu dari Presiden tentang keselamatan dan dukungan kesejahteraan masyarakat selama masa tinggal dan bekerja dari rumah perlu segera dipastikan dengan mengumumkan dimana seharusnya masyarakat harus bertumpu bila terjadi krisis/kelaparan, risiko hidup dan keselamatan lainnya, termasuk bila masyarakat harus memaksakan diri mecari makan di luar rumah di tengah pemberlakuan pembatasan sosial skala besar atau kecil. Hal ini dapat menjadi contoh dari sejumlah negara lain untuk dapat diikuti sebagai acuan. Inklusivitas komunikasi krisis seperti itu sesungguhnya sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional WHO maupun tentang International Health Regulatios (IHR) yang mewajibkan negara untuk "menghormati hak asasi manusia".

D. Mengembangkan Komunikasi Strategis

      Untuk mengatasi komunikasi krisis dan menjawab krisis manajemen, pemerintah tetap tegas dan tidak boleh menyerah di tengah kedaruatan. Komunikasi strategis (strategic communication) dan anjuran searah dan berjenjang dalam satu komando harus dilakukan secara berulang sebagai bentuk sosialisasi dan kesatuan bertindak pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah dan masyarakat ikut membantu menyajikan data yang benar, memberi kebijakan yang memihak, melakukan penegakan hukum, serta sekedar memberi harapan akan jaminan sosial dan kesehatan masyarakat, semua itu harus dapat dipastikan ketersediannya.
      Selain itu, untuk mencegah kepanikan perlu komunikasi stratejik yang inklusif agar terhindar dari tekanan jiwa, panic buying maupun gejolak sosial. Penulis berharap, pemberdayaan lembaga non-pemerintah ataupun organisasi masyarakat sipil (philantrophy) yang peduli sosial bencana/krisis maupun lembaga-lembaga kajian akademis di bidang stratejik, keamanan dan bencana dapat proaktif terlibat untuk memperkuat saluran komunikasi dan pengiriman pesan pemerintah ke rakyat atau sebaliknya harapan rakyat terhadap pemerintah atau pada hubungan horizontal koordinasi antar-lembaga terkait harus diperkuat, sebelum negara dihadapkan pada dampak COVID-19 yang semakin meluas dan penyebarannya yang semakin sulit dikendalikan.

E. Empat Pilar Komunikasi Publik Terkait Covid-19

1. Himbauan masyarakat tetap tenang dan waspada
2. Koordinasi dengan instansi terkait.
3. Pemberian akses informasi ke media
4. Pengarusutamaan gerakan “cuci tangan dengan sabun”


F. Kegiatan Komunikasi Pemerintah Pusat

1. Membentuk Tim Komunikasi.
2. Menunjuk Juru Bicara dari Kementerian Kesehatan yang memiliki artikulasi dan
kemampuan dalam menghadapi media.
3. Membuat media center.
4. Membuat website sebagai rujukan informasi utama.
5. Menyampaikan data harian nasional secara berkala melalui konferensi pers (yang
dilakukan HANYA oleh Juru Bicara COVID-19), rilis dan update di website:
     a. Jumlah dan sebaran, Orang dalam Risiko (ODR).
     b. Jumlah dan sebaran, Orang dalam Pemantauan (ODP).
     c. Jumlah dan sebaran, Pasien dalam Pengawasan (PDP).
     d. Jumlah dan sebaran, pasien yang sudah dinyatakan sehat
     e. Jumlah dan sebaran, spesimen yang diambil.
     f. Jumlah dan sebaran, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen.
6. Membuat produk komunikasi dan menyebarkan Informasi lain tentang:
     a. Penjelasan dasar mengenai apa COVID-19
     b. Penjelasan Pencegahan wabah COVID-19.
     c. Protokol penanganan dari Orang dalam Pengawasan sampai dinyatakan
         sehat.
     d. Kriteria Pasien dalam Pengawasan.
     e. Tindakan terhadap Pasien dalam Pengawasan.
     f. Penjelasan tentang karantina dan karantina yang dapat dilakukan di rumah.
     g. Kriteria Orang dalam Pemantauan.
     h. Protokol penanganan orang masuk dari negara berisiko dan pengawasan
          di perbatasan.
     i. Protokol WHO tentang penggunaan masker dan alat pelindung diri yang
         digunakan.
     j. Protokol komunikasi sekolah.
     k. Kesiapan logistik dan pangan.
     l. 132 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.
     m. Penjelasan tentang pemeriksaan kesehatan beserta biaya yang
        dibebankan.
     n. Penjelasan virus mati dalam 5-15 menit.
     o. Penjelasan detail tentang fasilitas HOTLINE Pemerintah Pusat: 119.
     p. Penjelasan mengenai hoax dan disinformasi yang terjadi.

G. Kegiatan Komunikasi Pemerintah Daerah

1. Membentuk Tim Komunikasi yang diketuai oleh Pimpinan Daerah.
2. Menunjuk Juru Bicara dari Dinas Kesehatan yang memiliki artikulasi dan
kemampuan dalam menghadapi media.
3. Informasi berikut dapat disampaikan setelah mendapat persetujuan dari
Pemerintah Pusat, dan HANYA disampaikan oleh Juru Bicara COVID-19
Pemerintah Daerah :
     a. Jumlah dan sebaran, Orang dalam Risiko (ODR) khusus di daerah tersebut.
     b. Jumlah dan sebaran, Orang dalam Pemantauan (ODP) khusus di daerah
          tersebut.
     c. Jumlah dan sebaran, Pasien dalam Pengawasan (PDP) khusus di daerah
          tersebut.
     d. Jumlah dan sebaran, pasien yang sudah dinyatakan sehat khusus di daerah
          tersebut.
     e. Jumlah dan sebaran, spesimen yang diambil khusus di daerah tersebut.
     f. Jumlah dan sebaran, hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen
         khusus di daerah tersebut.
     g. DATA DAN IDENTITAS PASIEN TIDAK DISEBARLUASKAN KE PUBLIK.
4. Juru Bicara dari tingkat Provinsi dapat mengumumkan informasi yang disebut di  
nomor 3 di atas pada tingkat provinsi masing-masing.
5. Juru Bicara dari tingkat kab/kota dapat mengumumkan informasi yang disebut di
nomor 3 di atas pada tingkat Kab/Kota masing-masing.
6. Menggunakan materi yang telah dikembangkan oleh Pemerintah Pusat
(Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi) untuk
dapat disebarluaskan di daerah masing-masing:
      a. Penjelasan dasar mengenai apa COVID-19
      b. Penjelasan Pencegahan wabah COVID-19.
      c. Protokol penanganan dari Orang dalam Pengawasan sampai dinyatakan
          sehat.
      d. Kriteria Pasien dalam Pengawasan.
      e. Tindakan terhadap Pasien dalam Pengawasan
      f. Penjelasan tentang karantina dan karantina yang dapat dilakukan di rumah.
      g. Kriteria Orang dalam Pemantauan.
      h. Protokol penanganan orang masuk dari negara berisiko dan pengawasan di
          perbatasan.
      i. Protokol WHO tentang penggunaan masker dan alat pelindung diri yang
          digunakan.
      j. Protokol komunikasi sekolah.
      k. Kesiapan logistik dan pangan.
      l. 132 rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.
     m. Penjelasan tentang pemeriksaan kesehatan beserta biaya yang dibebankan.
     n. Penjelasan virus mati dalam 5-15 menit.
     o. Penjelasan detail tentang fasilitas HOTLINE Pemerintah Pusat: 119.
     p. Penjelasan mengenai hoax dan disinformasi yang terjadi.
7. Seluruh pimpinan daerah di tingkat provinsi dan kab/kota dihimbau untuk
mensosialisasikan informasi yang disebutkan di nomor 6 di atas kepada seluruh
lapisan masyarakat, dengan dipandu oleh Dinas Kesehatan setempat, dan
menggunakan narasi-narasi yang disiapkan di website rujukan Kementerian
Kesehatan.
8. Pemerintah Daerah dapat membuat produk komunikasi sesuai dengan data dan
kebutuhan daerah masing-masing.

H. Pihak-Pihak Yang Terlibat

Berikut merupakan pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi penanganan COVID-19:
1. Instalasi Kesehatan Tingkat Pertama.
2. Rumah Sakit Rujukan.
3. Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota/Kabupaten.
4. Dinas Kominfo Provinsi dan Kota/Kabupaten
5. Kementerian Kesehatan RI.
6. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.
7. Kantor Staf Presiden RI.


I. Sasaran Khalayak

Sasaran khalayak dibagi menjadi 2 klaster utama seperti dibawah ini. Pemerintah pusat
dan pemerintah daerah bersama-sama menyusun dan menyebarkan produk komunikasi
yang sesuai untuk kedua klaster tersebut secara nasional dan spesifik sesuai dengan
daerah masing-masing.
Klaster sasaran khalayak:
1. Pelaksana penanganan/pihak-pihak yang terlibat.
     a. Para pelaksana harus mengerti rencana aksi yang dilakukan pemerintah pusat
dan daerah dalam penanganan dan komunikasi. Pastikan jalur informasi dua
arah berlaku dan disepakati oleh seluruh pihak.
     b. Sistem komunikasi harus dibentuk untuk memastikan komunikasi terjadi dengan
lancar.
2. Publik.
     a. Perkotaan
     b. Pedesaan
     c. Generasi tua
     d. Generasi muda

J. Kanal Komunikasi

Sasaran khalayak dapat dijangkau melalui berbagai kanal, baik melalui media
mainstream, media sosial maupun melalui jaringan komunikasi yang telah terbentuk.
Berikut adalah daftar kanal yang bisa digunakan:
● Website sebagai rujukan pertama. Silahkan merujuk kepada website resmi
Kemenkes khusus untuk COVID-19.
● Televisi
● Media Cetak
● Media Online
● Radio
● SMS gateaway
● Media Sosial
● Jaringan sekolah
● Jaringan organisasi kepemudaan/agama/politik
● Jaringan informal lainnya

K. RENCANA AKSI

1. Sistem komunikasi risiko
a. Memastikan bahwa pemerintah di tingkat pusat sepakat untuk
memasukkan protokol komunikasi dalam aktivitas penanganan dan
kewaspadaan dan siap untuk mendiseminasi informasi untuk melindungi
kesehatan publik dalam cara yang cepat, transparan dan dapat diakses.
b. Mengkaji protokol komunikasi yang sudah ada dan memastikan apakah
perlu penyesuaian.
c. Menyepakati prosedur pelepasan informasi, seperti alur persetujuan dan
produk komunikasi. Usahakan prosedur persetujuan sesingkat mungkin.
d. Menyiapkan anggaran komunikasi.
e. Membentuk tim komunikasi dan memastikan peran dan tanggung jawab
dari masing-masing anggota tim.

2. Koordinasi internal dan mitra
a. Identifikasi mitra - seperti instansi lain, organisasi, komunitas dan pekerja
kesehatan - dan kontak informasinya, untuk bekerja secara lintas sektoral.
b. Mengkaji kapasitas komunikasi dari semua mitra, identifikasi sasaran
khalayak dan bekerja bersama sebagai tim penanganan lintas sektoral.
c. Merencanakan dan menyepakati peran dan tanggung jawab komunikasi
menggunakan tata laksana (sebagai contoh, instansi mana yang menjadi
titik kontak pertama untuk isu spesifik, mitra mana yang paling relevan
dengan sasaran khalayak yang mana, dst.)

3. Komunikasi Publik
a. Mengidentifikasi para juru bicara pada seluruh tingkat (pusat dan daerah)
dan keahlian masing-masing, dan beri pelatihan bila diperlukan.
b. Susun standar pesan yang digunakan untuk mengumumkan kasus-kasus
yang ditemukan, tindakan yang akan dilakukan, himbauan kesehatan dan
komunikasi selanjutnya.
c. Identifikasi media-media kunci yang digunakan, siapkan daftar jurnalis dan
bangun hubungan baik dengan para jurnalis dengan menyediakan
informasi berkala mengenai semua perkembangan.
d. Identifikasi media dan kanal media serta influencers lainnya dan kaji potensi
mereka untuk mencapai sasaran khalayak; gunakan kanal influencer yang
terpercaya. Dalam konteks COVID-19, pastikan bahwa pekerja kesehatan
memahami kekhawatiran yang ada di publik dan terlatih untuk
menyediakan himbauan kesehatan kepada masyarakat.

4. Pendekatan Terhadap Komunitas
a. Siapkan metode untuk memahami kekhawatiran, kebiasaan dan
kepercayaan sasaran khalayak.
b. Identifikasi sasaran khalayak, dan kumpulkan informasi mengenai
pengetahuan dan kebiasaan mereka.
c. Gunakan media sosial, secara proaktif informasikan kepada publik, serta
kumpulkan dan jawab semua pertanyaan.
d. Gunakan kanal radio sehingga terjadi interaksi dengan publik.
e. Identifikasi influencer di komunitas seperti tokoh agama, tokoh masyarakat,
pekerja kesehatan, dll dan juga jaringan komunikasi diantara para relawan
kesehatan, organisasi kepemudaan, organisasi agama, dll yang dapat
membantu menjangkau komunitas.
f. Antisipasi informasi untuk komunitas disabilitas.

5. Menghadapi ketidakpastian dan persepsi serta menangani disinformasi
a. Persiapkan kegiatan komunikasi dengan cermat pada saat mengumumkan
kasus pertama, untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan
menjawab kekhawatiran yang akan terjadi. Pada saat yang sama berikan
himbauan bagaimana masyarakat dapat melindungi diri sendiri dari
penyebaran.
b. Siapkan sistem monitor pembicaraan yang terjadi dan persepsi yang
terbentuk di publik, terutama mengenai hoax dan disinformasi. Salah satu
yang bisa digunakan adalah monitor media sosial serta menangkap
masukan dari pekerja kesehatan dan call center.
c. Siapkan sistem untuk menanggulangi hoax dan siapkan daftar Frequently
Asked Questions.
d. Usahakan selalu berdialog dengan target khalayak untuk mendapatkan
berbagai masukan

6. Peningkatan Kapasitas
a. Pertimbangkan pelatihan yang diperlukan oleh berbagai pihak yang terlibat
dalam protokol komunikasi, terutama mengenai apa yang sudah dan belum
diketahui mengenai COVID-19, prosedur dan rencana penanganan, dan
juga kesiapan daerah dalam menangani pandemi.


BAB 3
PENUTUP


3.1 KESIMPULAN

Sistem komunikasi Indonesia menjadi salah satu yang penting dalam mata kuliah Komunikasi. Agar kita dapat memahami komunikasi dengan baik dan benar. Adanya SKI dapat mempermudah kita dalam belajar komunikasi di negara kita maupun di negara lain, terutama tentang informasi terbaru yang sedang terjadi termasuk wabah covid-19 yang terjadi saat ini karena sangat berbahaya jika kita melanggar aturan pemerintah. Tentu saja dengan kita menaati peraturan pemerintah Indonesia kita dapat :
1. Menciptakan masyarakat yang tenang, dan paham apa yang mereka harus
lakukan bagi lingkungan terdekatnya.
2. Membangun persepsi masyarakat bahwa Negara hadir dan tanggap dalam
mengendalikan situasi krisis yang terjadi.


3.2 SARAN

Kita harus belajar lebih banyak lagi mengenai tentang SKI, agar kita memiliki pengetahuan yang cukup luas dan tidak hanya satu referensi buku saja, harus lebih banyak membaca dan belajar dengan buku yang lain nya terutama tentang kesehatan dan wabah berbahaya yang sedang terjadi saat ini.


DAFTAR PUSTAKA


Nurudin, Sistem Komunikasi Indonesia, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2010.

Julia T. Wood, Komunikasi Teori dan Praktik, Salemba Humanika, Jakarta, 2013.



Pengalaman saya membuat tugas akhir makalah Call For Paper

Pada semester 6 yang ini saya melalui salah satu masa yang sangat menegangkan dalam hidup saya dimana saya harus diwajibkan dalam pembuatan ...